Kementan-FAO Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertanian

Kompas.com - 05/07/2018, 17:22 WIB
Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang tengah mencoba alat untuk menanam padi di areal persawahan yang berada di Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Rabu (23/5/2018) KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDIMahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang tengah mencoba alat untuk menanam padi di areal persawahan yang berada di Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Rabu (23/5/2018)

JAKARTA,  KOMPAS.com - FAO Representative di Indonesia Stephen Rudgard menyerahkan kredensialnya sebagai Kepala Perwakilan FAO kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Selasa (3/7/2018) lalu.

Kementerian Pertanian (Kementan) dan FAO sepakat bahwa pertanian Indonesia bergerak lebih dinamis, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo melalui Program Upsus yang memberikan prioritas awal pada peningkatan produksi komoditas dasar seperti padi, jagung, kedelai, dan daging sapi.

Kini, sudah saatnya pemerintah bergerak menuju UPSUS plus yang lebih beroritasi pada kebutuhan pasar, diversikasi pangan, sekaligus pemberantasan kemiskinan dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Kami membahas program prioritas pemerintah termasuk program UPSUS yang merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan komoditas utama. Selain itu, kami juga membahas tanaman perkebunan serta berbagai upaya peningkatan produksi ternak di Indonesia. Melalui program tersebut produksi bahan pangan nasional khususnya padi dan jagung saat ini telah melebihi kebutuhan konsumsi dalam negeri, ” kata Andi Amran pada pertemuan tersebut.

Baca juga: 2018, Kementan Targetkan Indonesia Swasembada Kedelai

Kementan baru-baru ini meluncurkan program Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang bertujuan menurunkan tingkat kemiskinan di perdesaan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam pertemuan tersebut, Rudgard menyampaikan apresiasi FAO untuk pencapaian Kementerian Pertanian.

Deretan alat pertanian bermesin mulai dari traktor tangan, mesin penanam, traktor pembajak sawah hingga mesin pemanen padi. Provinsi Jawa Timur mendapat 3.000 traktor dari Kementerian Pertanian. Penyimpanan traktor-traktor ada di Kabupaten Ngawi. Nantinya, traktor-traktor disebar ke seluruh Provinsi Jawa Timur.

Josephus Primus Deretan alat pertanian bermesin mulai dari traktor tangan, mesin penanam, traktor pembajak sawah hingga mesin pemanen padi. Provinsi Jawa Timur mendapat 3.000 traktor dari Kementerian Pertanian. Penyimpanan traktor-traktor ada di Kabupaten Ngawi. Nantinya, traktor-traktor disebar ke seluruh Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, ia menegaskan kembali dukungan FAO kepada program-program Kementerian, terutama dalam memberikan bantuan teknis terhadap program yang memberikan manfaat besar kepada masyarakat pertanian.

“FAO selalu siap mendukung Kementerian Pertanian, terutama dalam memberikan bantuan teknis seperti yang dibutuhkan berdasar pengalaman dan pembelajaran terbaik dari sekitar 200 negara anggota FAO. Dalam konteks pembangunan Pertanian, petani kecil di daerah pedesaan memainkan peran yang sangat penting, dan perlu diberdayakan,” kata Rudgard.

Baca juga: Bantuan Pertanian Bakal Kurangi Angka Kemiskinan di Desa

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Pertanian dan FAO berencana untuk melakukan kunjungan lapangan bersama dan menggali lebih banyak peluang untuk bekerja bersama.

Rudgard menambahkan FAO siap menugaskan tim ahli untuk membantu pemerintah Indonesia dalam pengelolaan air. Khususnya, untuk penggunaan air yang lebih efisien untuk peningkatan produksi pertanian.

Selain bertemu dengan Menteri Pertanian, Rudgard juga bertemu dengan Sekjen Kementrian Pertanian Syukur Iwantoro untuk membahas secara lebih rinci kerja sama antara FAO dan Kementrian Pertanian di masa depan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waskita Jual 30 Persen Saham Tol Medan-Tebing Tinggi ke Investor Asing

Waskita Jual 30 Persen Saham Tol Medan-Tebing Tinggi ke Investor Asing

Whats New
IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Whats New
Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Whats New
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Whats New
Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 |  Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 | Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

Whats New
Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Whats New
Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Work Smart
Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Whats New
Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Spend Smart
Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

Rilis
Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Whats New
Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X