AP II Kucurkan Rp 200 Miliar untuk Pengembangan Bandara Jember

Kompas.com - 06/07/2018, 23:32 WIB
Penanda tangananan nota kesepahaman antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XVII, Pemerintah Kabupaten Jember dan PT Angkasa Pura II (Persero) mengenai pemanfaatan aset milik PTPN XVII/ barang milik daerah Pemerintah Kabupaten Jember untuk pembangunan, pengembangan dan/ pengusahaan Bandar Udara Notohadinegoro Jember, Jumat (6/7/2018) di Hotel Mercure, Jakarta. KOMPAS.com/PUTRI SYIFA NURFADILAHPenanda tangananan nota kesepahaman antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XVII, Pemerintah Kabupaten Jember dan PT Angkasa Pura II (Persero) mengenai pemanfaatan aset milik PTPN XVII/ barang milik daerah Pemerintah Kabupaten Jember untuk pembangunan, pengembangan dan/ pengusahaan Bandar Udara Notohadinegoro Jember, Jumat (6/7/2018) di Hotel Mercure, Jakarta.

JAKARTA,  KOMPAS.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XVII, Pemerintah Kabupaten Jember, dan PT Angkasa Pura II (Persero) sepakat untuk mengembangkan Bandara Notohadinegoro Jember, Jumat (6/7/2018) malam.

Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang pemanfaatan aset milik PTPN XVII atau barang milik Pemerintah Kabupaten Jember untuk pemanfaatan, pengembangan, dan atau pengusahaan Bandara Notohadinegoro. 

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan tidak ada transaksi antar-aset. Adapun masing-masing aset akan di devaluasi agar prosesnya cepat sehingga pengerjaan pembangunan bandara bisa lebih awal.

"Supaya cepat, tidak ada transaksi antar-aset. (Untuk pelebaran dan perluasan) Kalau harus membeli aset tanah panjang lagi prosesnya," kata dia.

Baca juga: Kemenhub Siapkan Rp 370 Miliar untuk Pengembangan Bandara Jember

 

Pemerintah Kabupaten Jember telah membangun runway dan gedung terminal. Nantinya, nilai aset akan didevaluasi dengan adanya kerja sama itu.

Begitu juga dengan lahan PTPN yang akan digunakan untuk pengembangan Bandara Notohadinegoro.

"Kami nanti akan tambah panjang lintasan dan pelebaran, runway di-overlay segala macam,” ujar dia.

Prioritas

Selain devaluasi aset, AP II mengalokasikan dana (capital expenditure) sebesar Rp 200 miliar untuk penambahan panjang lintasan, perluasan, dan pembangunan aspek lain di bandara.

AP II memprioritaskan penambahan panjang lintasan dari 1.600 meter menjadi 2.250 meter. Sedangkan, lebar lintasan ditambah dari 30 meter menjadi 40 meter.

Pengembangan runway diperkirakan memakan biaya Rp 100 miliar. Sementara sisanya dialokasikan untuk pengembangan gedung terminal dan perluasan bandara.

"Jadi prioritas karena mandatory. Untuk kategori pesawat (Boeing) 737-800 sudah bisa masuk,” katanya.

Baca juga: Pengembangan Bandara Jember Tunggu Pembebasan Lahan

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan pemerintah mengapresiasi terealisasinya program ini.

"Selaku goverment merasa bangga bahwa sinergi antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XVII, Pemerintah Kabupaten Jember dan PT Angkasa Pura II (Persero) bisa disumbangkan menjadi bandar udara. Realisasi (groundbreaking) segera terlaksana akhir tahun ini,” ujar Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.