Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mulai Bosan dan Jenuh di Tempat Kerja? Lakukan ini

Kompas.com - 07/07/2018, 09:00 WIB

Jenuh dan merasa bosan bisa hinggap pada siapa saja saat berada di tempat kerja. Apakah Anda salah satunya? Tentu tak asing lagi, kantor ibaratnya rumah kedua bagi para pekerja, di mana sebagian waktunya tersita oleh rutinitas pekerjaan.

Meski sudah merasa nyaman dengan suasana kantor, tapi tetap saja ada saatnya di mana rasa bosan dan jenuh atau tidak betah lagi di tempat kerja. Ketika seseorang merasa tidak nyaman, muncul keinginan untuk resign demi mendapatkan suasana baru.

Tentu mengundurkan diri bukanlah satu-satunya jalan yang perlu diambil saat ketidaknyamanan bekerja itu muncul. Seperti dikutip dari Cermati.com, ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat rasa bosan dan jenuh di tempat kerja itu hinggap.

1.      Miliki Waktu untuk Diri Sendiri

Memiliki waktu untuk diri sendiri alias me time sangat penting, terutama bagi Anda yang disubukkan dengan berbagai rutinitas sehari-hari di tempat kerja. Dengan me time, maka Anda juga bisa lebih rileks dan mengenal diri dengan baik serta terhindarkan dari stres yang berkepanjangan.

Di kala Anda merasa tak ingin berada di tengah-tengah keramaian dengan rekan-rekan kerja, jangan paksakan diri untuk hadir di sana. Tak ada salahnya untuk sesekali menghabiskan waktu senggang sendirian saja hingga Anda merasa segar dan siap berbaur kembali dengan mereka.

2.      Cari Tahu Penyebab Rasa Bosan dan Jenuh

Ketika rasa bosan dan jenuh tersebut muncul, tak ada salahnya mencari tahu apa yang menyebabkan Anda merasakan itu. Apakah karena atasan yang tidak bersahabat? Karena rekan kerja yang menjengkelkan? Atau karena meja kerja yang berantakan?

Dengan mengetahui penyebab ketidaknyamanan itu, Anda bisa mencari cara untuk mengatasinya. Sehingga mood untuk bekerja tetap ada, hasil pekerjaan pun juga maksimal karena terhindar dari rasa bosan dan jenuh.

3.      Ajak Teman Kerja untuk Curhat

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Posisi Utang Pemerintah Rp 7.733 Triliun, Porsi Asing Semakin Sedikit

Posisi Utang Pemerintah Rp 7.733 Triliun, Porsi Asing Semakin Sedikit

Whats New
Indeks Persepsi Korupsi RI Menurun, Kepala Bappenas: Ini Alarm bagi Kita Semua

Indeks Persepsi Korupsi RI Menurun, Kepala Bappenas: Ini Alarm bagi Kita Semua

Whats New
Selain ASN, TNI dan Polri Kini Wajib Lapor Harta Kekayaan

Selain ASN, TNI dan Polri Kini Wajib Lapor Harta Kekayaan

Whats New
Ada MinyaKita, Omzet Produsen Minyak Goreng Premium Turun Drastis

Ada MinyaKita, Omzet Produsen Minyak Goreng Premium Turun Drastis

Whats New
Temukan 500 Ton MinyaKita Belum Didistribusikan, Mendag Zulhas Minta Segera Disebar ke Pasar di Wilayah Jawa

Temukan 500 Ton MinyaKita Belum Didistribusikan, Mendag Zulhas Minta Segera Disebar ke Pasar di Wilayah Jawa

Whats New
Pemerintah akan Tarik Utang Rp 696,4 Triliun di 2023

Pemerintah akan Tarik Utang Rp 696,4 Triliun di 2023

Whats New
Disinggung Jokowi soal Pendanaan Smelter, Bos BCA: Pembangunannya Membutuhkan Dana Besar

Disinggung Jokowi soal Pendanaan Smelter, Bos BCA: Pembangunannya Membutuhkan Dana Besar

Whats New
Harga Bitcoin dan Ethereum Menguat Lebih dari 30 Persen sejak Awal 2023

Harga Bitcoin dan Ethereum Menguat Lebih dari 30 Persen sejak Awal 2023

Whats New
Menteri PPN: RI Butuh Waktu 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Menteri PPN: RI Butuh Waktu 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Whats New
Mendag Zulhas Minta Satgas Pangan Tindaklanjuti Temuan 500 Ton yang Tak Disalurkan

Mendag Zulhas Minta Satgas Pangan Tindaklanjuti Temuan 500 Ton yang Tak Disalurkan

Whats New
Strategi Luhut untuk Atasi Kelangkaan Minyakita

Strategi Luhut untuk Atasi Kelangkaan Minyakita

Whats New
Ekonomi RI Tumbuh 5,31 Persen, Sri Mulyani: Jadi Titik Terang di Tengah Guncangan Global

Ekonomi RI Tumbuh 5,31 Persen, Sri Mulyani: Jadi Titik Terang di Tengah Guncangan Global

Whats New
Jokowi: Pemerintah akan Terus Kejar dan Sita Aset Obligor BLBI yang Tidak Kooperatif

Jokowi: Pemerintah akan Terus Kejar dan Sita Aset Obligor BLBI yang Tidak Kooperatif

Whats New
Startup CoHive Resmi Tutup, Pandemi Berkepanjangan sampai Pendanaan jadi Penyebabnya

Startup CoHive Resmi Tutup, Pandemi Berkepanjangan sampai Pendanaan jadi Penyebabnya

Whats New
Kejar Produktivitas, KKP Dorong Pengembangan Pentokolan Udang Windu

Kejar Produktivitas, KKP Dorong Pengembangan Pentokolan Udang Windu

Rilis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+