Ini Catatan Menhub untuk Kelancaran Mudik Lebaran Tahun Depan - Kompas.com

Ini Catatan Menhub untuk Kelancaran Mudik Lebaran Tahun Depan

Kompas.com - 08/07/2018, 09:12 WIB
Suasana arus balik mudik Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2018). Hingga pukul 09.00 wib jumlah penumpang turun di Stasiun Senen mencapai 22.731 penumpang.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Suasana arus balik mudik Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2018). Hingga pukul 09.00 wib jumlah penumpang turun di Stasiun Senen mencapai 22.731 penumpang.


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menganggap angkutan Lebaran 2018 berlangsung sukses karena tingkat kecelakaan lebih rendah dan lebih lancar.

Meski begitu, patut diakui bahwa pelaksanaannya tidak sempurna. Ada beberapa hal yang menjadi catatan untuk perbaikan pada Lebaran mendatang.

Pertama, tahun depan jalan tol akan sambung menyambung antar kota.

“Tahun depan Tol akan menyambung, sehingga dengan mudik memberikan kebahagiaan bagi masyarakat kota atau kabupaten," ujar Budi melalui siaran pers.

Baca juga: Angka Kecelakaan Turun, Kemenhub Apresiasi Penyelenggaraan Mudik 2018

Budi mengatakan, dengan jalan tol terintegrasi maka diharapkan dapat memberi dampak dan distribusi ekonomi bagi kota-kota yang terdapat rest area.

Kota-kota seperti Brebes, Pemalang, Cirebon, kata dia, harus menjadi rest area yang hidup sehingga distribusi ekonomi bisa berjalan dengan baik.

Ia berharap perekonomian tumbuh di kawasan pantai utara juga di pantai selatan.

Hal kedua yang perlu diperhatikan yakni angkutan massal. Kapasitas angkutan umum harus ditingkatkan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Baca juga: YLKI: Tol Trans Jawa Bukan Faktor Utama Kelancaran Mudik Tahun Ini

" Pesawat, kereta api, harus kita tingkatkan, kapal laut yang selama ini kurang menjadi pilihan harus kembali dilirik oleh masyarakat, dan bus adalah tugas yang paling besar bagi kita untuk meningkatkan kapasitasnya," kata Budi.

Terakhir, perlunya peningkatan sistem pendaftaran mudik gratis dengan digital.

Selama masa angkutan Lebaran dari H-8 sampai H+8, dapat disimpulkan bahwa turunnya pengguna sepeda motor dan turunnya angka kecelakaan tak terlepas dari banyaknya mudik gratis yang dilaksanakan oleh Pemerintah, BUMN dan pihak swasta.

Program mudik gratis yang diselenggarakan Kemenhub/BUMN/perusahaan swasta tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan pada 2017.

“Saya berharap kerjasama dan sinergitas antar-stakeholders dalam penyelenggaraan kegiatan Angkutan Lebaran ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dan pelaksanaannya akan lebih baik lagi,” kata Budi.


Komentar
Close Ads X