Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apindo Buka-bukaan Proses Review AS terhadap Perdagangan Indonesia

Kompas.com - 08/07/2018, 19:39 WIB
Kontributor Amerika Serikat, Andri Donnal Putera,
Kurniasih Budi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan proses yang dijalani Indonesia dalam review kebijakan perdagangan Generalized System of Preference (GSP) oleh Amerika Serikat, baru-baru ini.

GSP merupakan kebijakan perdagangan suatu negara yang memberi manfaat pemotongan bea masuk impor terhadap produk ekspor dari negara yang memeroleh manfaat GSP.

"Saat ini, Indonesia sedang menjalani 2 proses review dengan pemerintah AS, yakni review terhadap kelayakan Indonesia untuk memeroleh GSP AS dan review terhadap produk-produk yang akan diberikan pemotongan bea masuknya apabila Indonesia ekspor ke AS," kata Ketua Apindo Bidang Hubungan Internasional dan Investasi, Shinta Widjaja Kamdani, melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (8/7/2018).

Berdasarkan ketentuan World Trade Organization (WTO), GSP merupakan kebijakan perdagangan sepihak atau unilateral yang umumnya dimiliki negara maju untuk membantu perekonomian negara berkembang.

Baca juga: Rapat di Hari Minggu, Menteri Bahas Perang Dagang dan Fed Fund Rate

Sifat kebijakan GSP tidak mengikat, baik bagi negara yang memberikan maupun penerima manfaat GSP.

Negara yang memiliki program GSP juga memiliki diskresi untuk menentukan negara mana dan produk apa saja yang bisa memeroleh manfaat dari mereka.

AS tengah mengevaluasi apakah Indonesia masih layak memeroleh GSP berdasarkan sejumlah parameter.

"Parameter yang dimaksud adalah evaluasi akses pasar Indonesia terhadap produk dan pelaku usaha, evaluasi perlindungan hak kekayaan intelektual, serta jaminan hak tenaga kerja," ujar Shinta.

Baca juga: Mayoritas Produk Ekspor Unggulan ke AS Tidak Terikat Kebijakan GSP

Selain itu, AS juga melaksanakan review rutin tahunan untuk mengevaluasi produk mana saja yang perlu diberikan pemotongan bea masuk jika hendak ekspor ke AS.

Semua proses review tersebut dikoordinasikan oleh United States Trade Representative (USTR).

"Review tahunan terhadap produk GSP sudah dilakukan pada Januari sampai April 2018 dan sudah selesai dilakukan meskipun belum ada pengumuman lebih lanjut terkait perubahan produk yang akan diberikan manfaat GSP-nya untuk Indonesia," ujar Shinta.

Mengenai review proses kelayakan Indonesia sebagai penerima manfaat GSP masih berlangsung dan sedang dalam tahpa dengar pendapat atau public hearing hingga 17 Juli 2018.

Proses review dijadwalkan berlangsung hingga akhir 2018, sampai didapat keputusan apakah Indonesia tetap menerima manfaat GSP atau tidak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan di ATM BRI, BNI, BCA, dan Mandiri

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan di ATM BRI, BNI, BCA, dan Mandiri

Spend Smart
Cara Bayar Tagihan IndiHome lewat DANA, GoPay, OVO, dan LinkAja

Cara Bayar Tagihan IndiHome lewat DANA, GoPay, OVO, dan LinkAja

Spend Smart
Simak Perbedaan ATM Link dan ATM Bersama

Simak Perbedaan ATM Link dan ATM Bersama

Whats New
PTPN III Resmi Bentuk 2 Sub Holding, Gabungan dari 13 Perusahaan

PTPN III Resmi Bentuk 2 Sub Holding, Gabungan dari 13 Perusahaan

Whats New
Apa yang Terjadi Kalau Masyarakat Tak Lakukan Pemadanan NIK dan NPWP?

Apa yang Terjadi Kalau Masyarakat Tak Lakukan Pemadanan NIK dan NPWP?

Whats New
Di Tengah Perlambatan, Pekerja Digital Perlu Tingkatkan Ketrampilan

Di Tengah Perlambatan, Pekerja Digital Perlu Tingkatkan Ketrampilan

Work Smart
BRI Buka Lowongan Kerja hingga 8 Desember 2023, Simak Kualifikasinya

BRI Buka Lowongan Kerja hingga 8 Desember 2023, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Tingkatkan Pembiayaan Hijau, BSI Gandeng 3.300 Pengembang

Tingkatkan Pembiayaan Hijau, BSI Gandeng 3.300 Pengembang

Whats New
Menko Airlangga: Transformasi Digital pada Healthtech Industry jadi Kunci Manfaatkan Momentum Bonus Demografi

Menko Airlangga: Transformasi Digital pada Healthtech Industry jadi Kunci Manfaatkan Momentum Bonus Demografi

Whats New
Menko Airlangga Tegaskan Indonesia Siap Menjadi Produsen Kendaraan Listrik bagi Pasar Global

Menko Airlangga Tegaskan Indonesia Siap Menjadi Produsen Kendaraan Listrik bagi Pasar Global

Whats New
Miliarder Ini Sebut Rumah Mewah Tak Jamin Kebahagiaan

Miliarder Ini Sebut Rumah Mewah Tak Jamin Kebahagiaan

Whats New
Sirkuit Mandalika Dipakai Balap Mobil Porsche Sprint Challenge, Ini Kata InJourney

Sirkuit Mandalika Dipakai Balap Mobil Porsche Sprint Challenge, Ini Kata InJourney

Whats New
Bertemu CEO Bandara Jeddah, Menhub Tawarkan Kerja Sama Bandara Haji-Umrah

Bertemu CEO Bandara Jeddah, Menhub Tawarkan Kerja Sama Bandara Haji-Umrah

Whats New
Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi, Rumus, dan Contohnya

Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi, Rumus, dan Contohnya

Whats New
10 Indikator Pertumbuhan Ekonomi yang Paling Banyak Digunakan

10 Indikator Pertumbuhan Ekonomi yang Paling Banyak Digunakan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com