Pencabutan Potongan Tarif Impor ke AS Bakal Ganggu Neraca Perdagangan

Kompas.com - 08/07/2018, 21:37 WIB
Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (6/3/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTODirektur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan mengungkapkan pencabutan pemotongan bea masuk impor oleh Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia berpotensi mengganggu neraca perdagangan Tanah Air.

Hal itu jadi bahasan serius di kala pemerintah tengah mendorong neraca perdagangan untuk bisa kembali surplus tahun ini.

"Ya jelas akan berdampak ke kita. Produk kita juga jadi kurang kompetitif," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan usai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Minggu (8/7/2018) malam.

Oke menjelaskan, hal tersebut akan dibawa untuk dibahas bersama Presiden Joko Widodo dan menteri-menteri terkait dalam sidang kabinet di Istana Bogor, Senin (9/7/2018) esok.

Baca juga: Trump Mulai Beri Peringatan untuk Perang Dagang dengan Indonesia

Kemendag telah memiliki kajian seberapa besar dampak jika Indonesia tidak lagi menerima manfaat pemotongan bea masuk impor dari AS.

"Baru akan dibahas, saya belum bisa ngomong," ujar Oke.

Manfaat potongan bea masuk impor ada dalam kebijakan perdagangan AS yang dinamakan Generalized System of Preference (GSP).

Saat ini, AS sedang meninjau Indonesia apakah masih layak sebagai penerima GSP.

"Angkanya jelas, yang kena (manfaat kebijakan) GSP itu 10 persen dari (total) produk (ekspor) kita (ke AS)," ujar Oke.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X