Bursa Sedang Bergejolak, 3 Perusahaan Melakukan IPO Hari Ini

Kompas.com - 09/07/2018, 12:49 WIB
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indonesia Kendaraan Terminal (Tbk), PT Batavia Prosperindo Trans (Tbk) dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa (Tbk) melakukan pencatatan perdana saham (Initial Public Offering/ IPO) di Bursa Efek Indonesia ( BEI), Senin (9/7/2018) .

PT Indonesia Kendaraan Terminal (Tbk) melantai di bursa dengan nama emiten IPCC. IPCC secara resmi menetapkan IPO sebesar Rp 1.640 per lembar saham, di mana jumlah saham yang ditawarkan mencapai 509,147 juta lembar saham dengan free float 28 persen dari jumlah saham.

IPCC sendiri bergerak dalam sektor infrastruktur dan transportasi dengan sub sektor jalan tol, airport dan pelabuhan.

Sementara, PT Batavia Prosperindo Trans (Tbk) mencatatkan namanya di bursa dengan kode emiten BPTR.

Baca juga: IPO Saham IPCC Dijual Rp 1.640 Per Lembar

 

BPTR menetapkan IPO sebesar Rp 100 per saham. Kemudian, jumlah saham yang ditawarkan sebesar 400 juta yang berasal dari portepel atau sebesar 25,81 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham.

BPTR bergerak dalam sektor insfrastruktur dan transportasi.

Begitu pula dengan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa (Tbk) sama-sama mencatatkan namanya di bursa efek hari ini dengan emiten RISE yang menetapkan IPO 1,5 milar saham.

Berdasarkan keterangan resmi, jumlah 1,5 miliar saham itu setara dengan 15,08 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dengan harga perdana Rp 163 per lembar saham.

Baca juga: Dana Asing yang Kabur dari Pasar Modal Hampir Capai Rp 50 Triliun

 

Perusahaan ini bergerak dalam bidang properti, real estate, dan konstruksi gedung dengan sub-sektor properti dan real estate.

Direktur Utama PT Batavia Prosperindo Trans (Tbk) Paulus Handigdo optimistis mencatatkan saham perdana hari ini karena minat investor pabrik masih besar.

“Walaupun sedang bergejolak tapi tetap ok. Kedua, kita lihat minat investor pabrik itu masih besar, yang dari proses IPO oversubscribe hampir 100 kali. Kemudian, jumlah subscriber juga cukup banyak, 1.000 lebih lah ya. Meskipun jumlah saham pabriknya tidak terlalu besar,” ujar Paulus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X