Jokowi Diminta Turun Tangan untuk Kembangkan Mobil Listrik

Kompas.com - 10/07/2018, 16:04 WIB
Toyota Prius Hybrid yang diserahkan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk riset. KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRIToyota Prius Hybrid yang diserahkan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk riset.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Ekonomi Faisal Basri menilai Presiden Joko Widodo harus turun tangan langsung untuk mengembangkan program mobil listrik di Indonesia.

Menurut Faisal, pengembangan mobil listrik tak bisa hanya diurusi oleh kementerian.

“Konduktornya harus presiden (Jokowi). Enggak bisa hanya melibatkan kementerian,” ujar Faisal dalam sebuah diskusi, Selasa (10/7/2018).

Menurut dia, industri mobil listrik ke depannya akan lebih maju ketimbang industri mobil konvensional.

Baca juga: Mercy Mau Langsung Rakit Mobil Listrik

Atas dasar itulah perlu keseriusan pemerintah untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia.

“Di tahun 2040, 54 persen mobil yang dijual adalah mobil listrik,” kata Faisal.

Menurut Faisal, selain menyiapkan regulasi, pemerintah juga harus menyiapkan infrastruktur untuk menunjang mobil listrik di Indonesia.

Pemerintah sendiri saat ini tengah menggodok regulasi mengenai mobil listrik. Regulasi tersebut rencananya akan keluar pada tahun ini.

Baca juga: Indonesia Butuh Infrastruktur buat Kendaraan Listrik

Selain Kementerian Perindustrian, instansi terkait lain yang ikut berperan dalam perumusan regulasi mobil listrik, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan KPK.

Berdasarkan road map industri otomotif terbaru yang disusun Kementerian Perindustrian, pada 2025 sekitar 20 persen dari seluruh produksi mobil di Indonesia merupakan bagian dari program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X