Dukung Mobil Listrik, PLN Siap Bangun SPLU "Fast Charging"

Kompas.com - 10/07/2018, 17:01 WIB
Pengunjung menguji Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat diluncurkan di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menargetkan 1000 SPLU (Stasiun penyedia listrik umum) untuk mempemudah kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPengunjung menguji Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat diluncurkan di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menargetkan 1000 SPLU (Stasiun penyedia listrik umum) untuk mempemudah kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (persero) siap mendukung pemerintah dalam program pengembangan mobil listrik di Indonesia.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syovfi Felienty mengatakan, pihaknya siap mendukung dalam hal pasokan energinya untuk kendaraan tersebut.

"PLN pada prinsipnya sangat mendukung mobil listrik. PLN akan mendukung dari supply listriknya," ujar Syovfi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Syofvi menambahkan, saat ini PLN telah memiliki 1.000 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di Jakarta. Namun, SPLU tersebut masih low charging. Ke depannya, PLN akan membuat SPLU fast charging.

Baca juga: Kesiapan PLN Menyambut Pengembangan Mobil Listrik

"Nanti kita tentukan dimana posisi (SPLU) untuk fast charging. SPLU-nya tidak hanya di Jakarta, di kota-kota besar lainnya di Indonesia," kata Syovfi.

Pemerintah sendiri saat ini tengah menggodok regulasi mengenai mobil listrik. Regulasi tersebut rencananya akan keluar pada tahun ini.

Selain Kementerian Perindustrian, instansi terkait lain yang ikut berperan dalam perumusan regulasi mobil listrik, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan KPK.

Berdasarkan road map industri otomotif terbaru yang sudah disusun Kementerian Perindustrian, pada 2025 sekitar 20 persen dari seluruh produksi mobil di Indonesia merupakan bagian dari program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X