Pemerintah Siapkan "Tax Holiday" untuk Industri Baterai - Kompas.com

Pemerintah Siapkan "Tax Holiday" untuk Industri Baterai

Kompas.com - 10/07/2018, 20:59 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengunjungi pabrik PT Hartono Instana Teknologi, pemilik merek dagang Polytron, di Kudus, Senin, (4/6/2018). Dalam lawatan tersebut, Dirjen ILMATE Kemenperin Harjanto mengatakan Polytron dapat menjadi Samsungnya Indonesia.KOMPAS.com/Mutia Fauzia Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengunjungi pabrik PT Hartono Instana Teknologi, pemilik merek dagang Polytron, di Kudus, Senin, (4/6/2018). Dalam lawatan tersebut, Dirjen ILMATE Kemenperin Harjanto mengatakan Polytron dapat menjadi Samsungnya Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah menyiapkan insentif pajak dalam skema tax holiday dalam rangka mengembangkan industri mobil listrik di Indonesia. 

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, pihaknya mengusulkan insentif pajak berupa tax holiday untuk industri yang mengembangkan baterai yang akan digunakan untuk mobil listrik di Indonesia.

"Dengan adanya tax holiday supaya secepat mungkin industri baterai bisa dibangun di dalam negeri," ujar Harjanto di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Harjanto menambahkan, sudah ada beberapa investor yang berminat membangun industri baterai di Indonesia.

Baca juga: Eksportir Padat Karya Berkesempatan Dapat Mini Tax Holiday

Namun, dia belum bisa menjelaskan secara rinci pihak mana saja yang tertarik untuk berinvestasi.

"Kalau baterai saya yakin ada beberapa yang sudah mau masuk ke Indonesia. Saya lupa namanya apa. Produsen baterai di dunia cuma tiga, China, Jepang, sama Korea," ucap dia.

Harjanto menjelaskan, baterai adalah komponen inti yang terdapat pada mobil listrik. Oleh karena itu, pemerintah berupaya agar industri baterai bisa masuk ke Indonesia.

"Kita ngomong mobil listrik kalau batrainya masih impor semua kan percuma," kata Harjanto.


Komentar
Close Ads X