Globalisasi, Pisau Bermata Dua untuk Ekonomi Indonesia

Kompas.com - 11/07/2018, 07:40 WIB
Gubernur DKI Joko Widodo (kanan), Menteri Parekraf Marie Elka Pangestu (tengah), Menpora Roy Suryo dan Wakil Menteri Parekraf (kiri) mengadakan konferensi pers Jakarta Marathon di Monas. Fabian Januarius KuwadoGubernur DKI Joko Widodo (kanan), Menteri Parekraf Marie Elka Pangestu (tengah), Menpora Roy Suryo dan Wakil Menteri Parekraf (kiri) mengadakan konferensi pers Jakarta Marathon di Monas.


JAKARTA,  KOMPAS.com - Globalisasi memberikan dampak besar bagi Indonesia, termasuk dalam aspek ekonlmi, sosial politik, hingga keamanan.

Hal ini tertuang dalam buku yang diterbitkan Insitute of Southeast Asian Studies (ISEAS) dengan judul Indonesia and the New World: globalization, nationalism and sovereignty.

Ekonom senior Mari Elka Pangestu menilai, dimensi globalisasi saat ini semakin kompleks dan rumit, seperti pisau bermata dua.

Globalisasi meningkatkan akses untuk memperbaiki taraf hidup dan juga meningkatkan kepekaan.

"Di satu pihak, globalisasi memberi manfaat melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, kenaikan pendapatan per kapita dan penurunan kemiskinan," jelas Mari dalam keterangan tertulis, Selasa (10/7/2018).

Baca juga: Mantan Menteri Perdagangan: Reformasi Perdagangan ke Depan Lebih Susah

Globalisasi tak terbendung dan bahkan menjadi semacam kebutuhan pokok sehari-hari, antara lain ketika manusia di pelbagai pelosok dunia terhubung secara instan lewat media sosial.

Namun di lain pihak, globalisasi juga telah meningkatkan kepekaan suatu negara kepada berbagai guncangan dan dampak negatif globalisasi.

"Akibatnya sentimen anti-globalisasi meningkat, pemicunya antara lain pengalaman pahit akibat krisis keuangan dunia serta ketimpangan ekonomi yang semakin lebar di depan mata karena keuntungan dari globalisasi tidak merata," ujar Mari.

Pilihan politik

Kompleksitas globalisasi memunculkan pilihan-pilihan politik, yang mengejutkan, seperti terpilihnya Presiden Duterte di Filipina, Trump di Amerika Serikat, dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X