BI: Juni, Neraca Perdagangan RI Bisa Surplus Lebih dari 1 Miliar Dollar AS - Kompas.com

BI: Juni, Neraca Perdagangan RI Bisa Surplus Lebih dari 1 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 11/07/2018, 14:29 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo usai rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Rabu (11/7/2018).KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo usai rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Rabu (11/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan kemungkinan neraca perdagangan bulan Juni 2018 akan mengalami surplus di atas 1 miliar dollar AS.

Sebelumnya, BI sudah memperkirakan hal yang sama melalui surveinya. Namun, angka surplus dipatok berkisar di level 900 juta dollar AS saja.

"Dengan data-data terakhir, neraca perdagangan Juni itu akan lebih tinggi dari yang kami perkirakan sebelumnya. Dari yang semula diperkirakan berdasarkan data-data minggu pertama dan kedua surplusnya 900 juta dollar AS, ini bisa lebih tinggi dari 1 miliar dollar AS," kata Perry usai rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Rabu (11/7/2018).

Baca: BI Optimistis Neraca Perdagangan Kuartal II Tahun Ini Surplus

Sejak awal tahun, neraca perdagangan lebih banyak mengalami defisit ketimbang surplus. Menurut Perry, hal itu disebabkan karena faktor musiman, di mana jumlah impor memang cukup banyak untuk periode waktu selama semester I.

Penyebab impor cukup tinggi juga untuk memenuhi sejumlah kebutuhan dalam negeri. Kebutuhan yang dimaksud mulai dari keperluan yang berkaitan dengan proyek infrastruktur serta bahan-bahan makanan menjelang Lebaran.

Terlebih, ekspor juga tidak setinggi impor karena periode Lebaran kemarin hari kerjanya terhitung hanya sedikit, disebabkan panjangnya masa cuti bersama untuk libur Lebaran yang ditetapkan pemerintah.

Perry turut menekankan agar masyarakat serta pelaku pasar tidak perlu khawatir karena apa yang terjadi, yakni defisit neraca perdagangan, merupakan siklus musiman yang dialami setiap tahun.



Close Ads X