Tiga Perusahaan Ini Tolak Kembali Mengelola Blok Makassar Strait - Kompas.com

Tiga Perusahaan Ini Tolak Kembali Mengelola Blok Makassar Strait

Kompas.com - 11/07/2018, 19:30 WIB
Ilustrasi blok migas

KOMPAS/SUBUR TJAHJONO Ilustrasi blok migas

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang pengelolaan Blok Makassar Strait yang merupakan bagian dari proyek pengembangan minyak dan gas bumi laut dalam (Indonesian Deep water Development/IDD).

Lelang tersebut dilakukan setelah tiga perusahaan yang mengelola Makassar Strait, yakni Chevron Pacific Indonesia PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Sinopec kompak mundur dari Blok tersebut.

"Jadi di Makassar Strait itu kan ada Chevron, ada Pertamina, ada Sinopec. Tiga-tiganya sudah kami tanya, enggak minat. Jadi kami lelang," ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto di kantornya, Rabu (11/7/2018).

Djoko menambahkan, Chevron menolak kembali mengelola Makassar Strait karena alasan blok tersebut sudah tidak ekonomis untuk dikembangkan.

"Itu kan dia satu blok dengan Rapak dan Ganal, kalau digabung (dengan Rapak dan Ganal) keekonomian NPV (Net Present Value) dari yang dua (Rapak dan Ganal) ini jadi berkurang karena ini kan lokasinya sangat marjinal. Supaya tidak berkurang NPV-nya, ini (Makassar Strait) dilepas supaya yang dua lebih ekonomis," kata Djoko.

Kontrak Chevron Indonesia di Blok Makassar Strait akan berakhir pada 2020. Chevron sendiri memegang 72 persen hak kelola.

Hak kelola Blok Makassar Strait juga dipegang oleh PT Pertamina Hulu Energi sebanyak 10 persen dan Sinopec 18 persen.


Komentar
Close Ads X