Bappenas: Wisata Danau Toba Sulit Berkembang Karena Pemda "Ogah-ogahan"

Kompas.com - 12/07/2018, 10:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai, untuk memajukan destinasi wisata daerah, yang terpenting adalah inisiatif dan kemauan pemerintah daerahnya untuk maju.

Ia menjumpai masih ada beberapa daerah yang memiliki potensi besar untuk pariwisata, namun pemerintah daerahnya tak antusias. Salah satunya daerah wisata Danau Toba.

Bambang menilai Danau Toba termasuk daerah yang beruntung karena mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, khususnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, untuk dikembangkan.

"Tapi pada saat yang sama, saya bisa melihat antusiasme dan respon dari pemda tidak sesuai dengan semangat dari pemerintah pusat. Hasilnya, walau Kemenhub sudah menaruh banyak effort buat bangun bandara internasional Silangit, dan juga PUPR mencoba meningkatkan infrastruktur, pada akhirnya pertumbuhan progress Toba sangat lamban meski angka turis mulai meningkat," ujar Bambang di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Berbeda dengan pariwisata di Banyuwangi dan Manado yang pertumbuhan pariwisatanya lebih kuat dari Danau Toba. Padahal, dari segi nama, Danau Toba lebih populer.

Namun, kata Bambang, kedua daerah itu bisa berkembang pesat karena kemauan pemerintah daerahnya menggali kearifann lokal dan potensi pariwisata di daerahnya.

"Yang paling penting bukan apa yang dilakukan Kementerian PUPR maupun Kemenhub, tapi yang paling penting adalah inisiatif pemerintah lokal," kata Bambang.

Padahal, kata Bambang, kepala daerah dipilih oleh rakyat dengan menggantungkan harapan bahwa perekonomian dan kesejahteraan daerahnya lebih baik. Jadi, mereka bertanggungjawab membuat perekonomian daerah bertumbuh.

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang mudah meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Bambang meyakini kearifan lokal adalah kunci pembangunan pemerintah daerah.

"Kami harap setelah ini pemimpin daerah yang terpilih menyadari bahwa capaiann mereka dinilai dari kemampuannya untuk memahami potensi daerahnya daripada meminta, melobi pemerintah pusat, kementerian untuk dapat proyek," kata Bambang.

"Konklusinya, local wisdom at the top kalau mau mengurangi kesenjangan," lanjut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Cabai Merah Keriting Naik Imbas Curah Hujan Tinggi

Harga Cabai Merah Keriting Naik Imbas Curah Hujan Tinggi

Whats New
Selain Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Perpres 112/2022 Ditargetkan Dorong Investasi Hijau

Selain Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Perpres 112/2022 Ditargetkan Dorong Investasi Hijau

Whats New
Meningkat Selama 3 Tahun, Indeks Literasi Ekonomi Syariah Indonesia 2022 Sebesar 23,3 Persen

Meningkat Selama 3 Tahun, Indeks Literasi Ekonomi Syariah Indonesia 2022 Sebesar 23,3 Persen

Whats New
Info Biaya Balik Nama Motor, Syarat, dan Cara Mengurusnya

Info Biaya Balik Nama Motor, Syarat, dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Produsen Alkes OneMed Lepas Saham Ke Publik, Target Himpun Dana IPO Rp 1,2 Triliun

Produsen Alkes OneMed Lepas Saham Ke Publik, Target Himpun Dana IPO Rp 1,2 Triliun

Whats New
Ekspor Produk Halal Indonesia Masih Mini, Ini Penyebabnya Menurut KNEKS

Ekspor Produk Halal Indonesia Masih Mini, Ini Penyebabnya Menurut KNEKS

Whats New
Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Whats New
Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Whats New
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Ekonomi Digital Dorong E-commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Ekonomi Digital Dorong E-commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Whats New
Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Whats New
Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Whats New
Fakta Banjir Tol BSD Km 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditargetkan Bebas dari Banjir 2023

Fakta Banjir Tol BSD Km 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditargetkan Bebas dari Banjir 2023

Whats New
Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Pasar

Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Pasar

Whats New
Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.