PT Artajasa: Nilai Transaksi GPN Capai Rp 6,3 Triliun

Kompas.com - 12/07/2018, 16:41 WIB
Sejumlah model kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dipamerkan di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018). Bank Indonesia secara resmi meluncurkan kartu berlogo GPN yang dikeluarkan oleh bank-bank yang ada di Indonesia. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERASejumlah model kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dipamerkan di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018). Bank Indonesia secara resmi meluncurkan kartu berlogo GPN yang dikeluarkan oleh bank-bank yang ada di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Bisnis PT Artajasa Anthoni Morris menyebut, hingga Juni 2018, nilai transaksi Gerbang Pembayaran Nasional ( GPN) secara domestik melalui pihaknya mencapai Rp 6,3 triliun.

“Hingga Juni 2018 lebih dari 12 juta transaksi telah di-routing secara domestik melalui ATM Bersama Debit GPN dengan total nilai transaksi mencapai Rp 6,3 triliun,” kata Anthoni pada Kamis, (12/7/2018), dalam keterangan resminya.

PT Artajasa merupakan salah satu dari empat lembaga switching yang mendapatkan lisensi GPN.

Anthoni menyebutkan, nilai transaksi dari November 2017 hingga Juni 2018 terus meningkat. Analisis transaksi per Juni 2018 yakni transaksi tertinggi rata-rata terjadi pada hari Sabtu dan libur nasional termasuk libur Lebaran. Kemudian, transaksi terendah rata-rata terjadi pada hari Senin.

Baca juga: Transaksi Pakai GPN Meningkat di Atas 100 Persen Per Bulan

Data PT Artajasa menyebutkan bahwa masyarakat yang bertransaksi dengan GPN periode November 2017 hingga Juni 2018 sebanyak 93 persen berhasil. Kemudian 7 persen sisanya ada kegagalan non sistem maupun sistem yang terjadi.

Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) ini baru diluncurkan akhir tahun 2017 setelah kurang lebih 20 tahun perencanaan. Adanya GPN ini diharapkan bisa mempermudah masyarakat yang ingin bertransaksi menggunakan kanal pembayaran apapun.

Sementara itu Direktur Bank BTN Nixon Napitupulu yang mewakili Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengatakan, GPN adalah salah satu proses menegakkan kedaulatan perbankan Indonesia.

“Penerapan GPN sebagai bentuk kedaulatan sistem pembayaran nasional, karena bentuk sistem pembayaran diatur secara nasional,” ujar Nixon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X