Inalum dan Freeport Tandatangani Kesepakatan Divestasi Saham PTFI

Kompas.com - 12/07/2018, 16:57 WIB
Suasana penandatanganan pokok-pokok divestasi saham PT Freeport Indonesia di gedung Kementerian Keuangan, Kamis (12/7/2018). Dalam penandatanganan ini, turut hadir Presiden Direktur Freeport McMoran Richard Adkerson, Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Menteri BUMN Rini Soemarno. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERASuasana penandatanganan pokok-pokok divestasi saham PT Freeport Indonesia di gedung Kementerian Keuangan, Kamis (12/7/2018). Dalam penandatanganan ini, turut hadir Presiden Direktur Freeport McMoran Richard Adkerson, Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Menteri BUMN Rini Soemarno.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menandatangani pokok-pokok kesepakatan divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kementerian Keuangan, Kamis (12/7/2018) sore.

Pihak yang menandatangani kesepakatan ini adalah PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero) dengan Freeport McMoran Incorporated selaku induk usaha PTFI.

"Kesepakatan yang ditandatangani hari ini merupakan langkah maju dan strategis dalam rangka mewujudkan kesepakatan antara Republik Indonesia dengan PTFI," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang berbicara mewakili pemerintah usai tanda tangan kesepakatan.

Sebelumnya, Indonesia hanya memiliki saham PTFI sebesar 9,36 persen. Pemerintah melalui Inalum selaku induk holding BUMN pertambangan melakukan upaya untuk mencaplok kepemilikan mayoritas di PTFI, yakni saham sebesar 51 persen.

Baca juga: PTFI Bakal Jadi Perusahaan Patungan Inalum-Freeport McMoRan

Agar target 51 persen saham tercapai, Inalum ditugaskan pemerintah untuk membeli participating interest (PI) 40 persen milik Rio Tinto di PTFI, untuk kemudian dikonversi menjadi saham. Rio Tinto sebelumnya punya andil berupa PI di PTFI yang menjadikan Indonesia perlu membelinya agar bisa dapat 51 persen saham di sana.

Proses inilah yang sebelumnya cukup alot dan membutuhkan waktu lama. Namun, setelah ada kesepakatan harga, didapati perhitungan valuasi divestasi saham antara Rio Tinto dengan PTFI, sehingga angka yang dipakai adalah sama.

Bersamaan dengan tanda tangan kesepakatan ini, turut diuraikan pokok-pokok hak dan kewajiban kedua belah pihak yang akan dijelaskan lebih lanjut secara detil. Tidak lupa dalam divestasi saham ini, Sri Mulyani memastikan pemerintah daerah di Papua akan memiliki hak dalam PTFI sebesar 10 persen.

Baca juga: Jokowi: Freeport Sepakat Saham Indonesia Jadi 51 Persen

Kompas TV Alotnya negosiasi penjualan atau divestasi saham Freeport Indonesia bisa digambarkan dengan proses yang panjang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Whats New
Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X