Harga Telur Ayam Melambung hingga Rp 29.000 Per Kg - Kompas.com

Harga Telur Ayam Melambung hingga Rp 29.000 Per Kg

Kompas.com - 13/07/2018, 09:00 WIB
Ilustrasi: Salah satu kios pedagang telur di pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Selasa (19/12/2017).KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Ilustrasi: Salah satu kios pedagang telur di pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Selasa (19/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.comHarga telur ayam ras negeri di pasar Palmerah, Jumat (13/7/2018), mengalami kenaikan hingga Rp 29.000 per kilogram. Bahkan, ada yang menjual hingga harga Rp 32.000 per kg di tingkat eceran.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pedagang telur di Pasar Palmerah, Eko Prasetyo. Dia menyebutkan kenaikan harga hingga Rp 29.000 tersebut terjadi sekitar 5 hari yang lalu.

"Pas puasa kemarin sekitar Rp 22.000 sampai Rp 24.000, terus pas habis Lebaran baru mulai naik dari Rp 25.000 sampai sekarang Rp 29.000" ujar Eko.

Dia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut karena harga dari penyuplai pun ikut naik. "Dari sana aja sudah Rp 26.000 sampai Rp 27.000, Mbak. Keuntungan jadi sedikit sekarang," tambah Eko.

Baca: Lonjakan Harga Telur Disebabkan Naiknya Harga Pakan Ternak

Dia mengungkapkan bahwa kenaikan telur tahun ini lebih besar dari kenaikan tahun sebelumnya.

"Tahun lalu, saya jual paling mahal Rp 25.000. Tahun ini sampai Rp 29.000," Eko menambahkan.

Kenaikan harga ini, membuat para konsumen mengeluh. Eko menyebutkan, biasanya konsumen membeli hingga 4 kg, sekarang menurun menjadi 2 kg sampai 3 kg per orang. Selain itu, keuntungan yang Dia dapat menurun hingga 50 persen.

"Konsumen banyak yang protes, kenapa harganya naik banget. Biasanya kalo pedagang nih bisa beli 4 kg sehari, sekarang belinya cuman 2 kg sampai 3 kg aja. Saya bisa bawa uang Rp 1 juta per 3 hari, sekarang cuman bawa Rp 500.000," ujar Eko bercerita.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ana, pedagang telur lain di Pasar Palmerah. Dia mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini juga banyak dikeluhkan konsumennya.

"Ya protes, Mbak. Pada ngomel. Tapi karena mereka butuh ya tetep beli," ujar Ana.


Close Ads X