Harga Telur Melejit, Konsumen Mengeluh - Kompas.com

Harga Telur Melejit, Konsumen Mengeluh

Kompas.com - 13/07/2018, 10:00 WIB
Suasana Pedagang Telur di Pasar Kemiri Muka Muka, Beji, Depok (12/7/2018)Kompas.com/Cynthia Lova Suasana Pedagang Telur di Pasar Kemiri Muka Muka, Beji, Depok (12/7/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com — Harga kenaikan telur ayam di Pasar Palmerah membuat para konsumen mengeluh. Harga telur ayam ras negeri, Jumat (13/7/2018), mencapai Rp 29.000.

Kenaikan harga tersebut membuat salah satu pembeli, yakni Ati, mengurangi pembelian telur ayam yang biasa dia beli.

"Ya mahal Mbak. Biasanya saya beli 2 kg dua kali seminggu. Sekarang saya beli 1 minggu sekali. Minggu kemarin masih Rp 27.000, sekarang udah Rp 29.000," ujar Surati.

Lebih lanjut, dia menjelaskan,  kenaikan harga tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya.

"Kalau tahun ini naiknya (harga) tinggi. Saya juga bingung nyesuaiin-nya, pengin enggak dibeli tapi butuh," tambah Ati.

Hal serupa juga diungkapkan pembeli lain, Yono, yang harus mengurangi pembelian telur ayam dari biasanya.

"Saya jualan telur gulung, biasanya saya beli bisa 4 kg, tapi karena mahal saya kurangin jadi 3 kg," ujar Yono.

Dia mengatakan, pengurangan itu agar hasil usaha yang didapatnya bisa memberikan keuntungan.

"Saya juga nggak mau ngurangin, tapi ya kalo nggak gini saya nggak bisa dapat untung Mbak," Yono bercerita.

Kenaikan harga telur ayam sepekan terakhir membuat heboh masyarakat. Kenaikan harga telur ayam mencapai Rp 5.000 sampai Rp 7.000 per kilogram dari harga normal sekitar Rp 22.000 sampai Rp 24.000.



Close Ads X