Survei PwC: 2018, Kepercayaan Investor Sektor Listrik Turun - Kompas.com

Survei PwC: 2018, Kepercayaan Investor Sektor Listrik Turun

Kompas.com - 13/07/2018, 11:14 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Mobile Power Plant (PLTG/MG MPP) Ternate, Maluku Utara berkapasitas 30 MW mulai beroperasi, Minggu (18/3/2018)KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Mobile Power Plant (PLTG/MG MPP) Ternate, Maluku Utara berkapasitas 30 MW mulai beroperasi, Minggu (18/3/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat kepercayaan investor di sektor ketenagalistrikan mengalami penurunan.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei PwC Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI). Dalam survei tersebut, hanya 39 persen responden yang berpendapat bahwa regulasi di Indonesia mendukung investasi swasta. Angka tersebut turun drastis dari tahun 2017 yang sebesar 89 persen.

“Ada penurunan. Dibandingkan dengan tahun lalu masih sebanyak 89 persen responden yakin dengan regulasi yang ada,” ujar Utilities & Mining Partner PwC Indonesia Yanto Kamarudin dari Energy dalam keterangan tertulis, Jumat (13/7/2018).

Yanto mengatakan, penurunan tersebur tak lepas dari banyaknya regulasi baru ketenagalistrikan yang dikeluarkan pemerintah pada tahun lalu. Namun, ternyata regulasi tersebut membuat independent power producer merasa tidak nyaman.

“Sebanyak 94 persen responden meyakini bahwa ketidakpastian regulasi yang disebabkan oleh perubahan yang terlalu sering terhadap peraturan merupakan penghalang besar untuk berinvestasi dalam proyek-proyek pembangkit listrik baru berskala besar,” kata Yanto.

Tak hanya itu, dalam survei ditunjukkan bahwa 96 persen responden berpendapat, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2017-2026 (RUPTL 2017) tidak dirancang untuk mengantisipasi dan menghadapi tantangan-tantangan dalam sektor ketenagalistrikan saat ini maupun di masa yang akan datang secara memadai.

Meski begitu, masih ada 65 persen investor yang berencana melakukan investasi dalam waktu 12 bulan ke depan. Ia juga menekankan bahwa Indonesia patut mewaspadai negara-negara lain seperti Vietnam, Filipina dan negara tetangga lainnya juga melakukan perbaikan iklim investasi.

Sementara itu, Ketua Umum Terpilih APLSI 2018-2021 Arthur Simatupang berharap agar survei PwC tersebur dapat memberi kontribusi bagi industri ketenagalistrikan di Indonesia.  

“Kami berharap agar laporan ini dapat menjadi kontribusi positif dari sektor swasta," kata Arthur.

Survei bertajuk Alternating Currents: Indonesian Power Industry Survey 2018 itu melibatkan 100 pemilik IPP dan investor, pengembang ketenagalistrikan, Perusahaan Listrik Negara, lembaga/instansi pemerintah.

Survei dilakukan pada kurun waktu akhir 2017 dan awal 2018. Survei memanfaatkan data secara kualitatif maupun kuantitatif. PWC juga menerima 31 tanggapan dari peserta survei baik domestik maupun internasional.


Komentar
Close Ads X