Semester I 2018, SMF Terbitkan Surat Utang Rp 3,163 Triliun - Kompas.com

Semester I 2018, SMF Terbitkan Surat Utang Rp 3,163 Triliun

Kompas.com - 13/07/2018, 14:14 WIB
Direksi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mrmaparkan kinerja semester I tahun 2018 di Graha SMF, Jakarta, Jumat (13/7/2018).KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Direksi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mrmaparkan kinerja semester I tahun 2018 di Graha SMF, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menerbitkan surat utang sebesar Rp 3,163 triliun selama semester pertama 2018.

Obligasi PUB IV Tahap III diterbitkan pada Februari 2018 dengan nominal Rp 1 triliun dan kupon 6 persen untuk tenor satu tahun, Rp 800 miliar dengan kupon 6,85 persen untuk tenor tiga tahun, dan Rp 200 miliar dengan kupon 6,9 persen untuk tenor lima tahun.

"Penerbitan surat utang dari target RKAP 6 triliun sudah keluar Rp 3 triliun," ujar Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo di Grha SMF, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Sementara itu, untuk obligasi PUB IV tahap IV diterbitkan pada 18 Mei 2018 dengan dua seri, yaitu Rp 755 miliar dengan kupon 6,05 persen untuk tenor setahun dan Rp 408 miliar dengan kupon 6,9 persen untuk tenor 3 tahun.

Baca juga: Garuda Indonesia Lunasi Obligasi Rp 2 Triliun

Rencananya, pertengahan Agustus 2018 SMF akan kembali menerbitkan surat utang untuk tenor satu dan tiga tahun.

Semester pertama 2018, SMF telah menyalurkan pembiayaan KPR sebesar Rp 4,345 triliun. Nilai tersebut terdiri dari pembiayaan sebesar Rp 31,82 triliun, dan sekuritisasi sebesar Rp 10,15 triliun. Sementara target RKAP 2018 sebesar Rp 9 miliar.

Hingga kini, SMF telah memberikan pinjaman kepada 27 bank, baik BPD, bank konvensional, maupun syariah. Ananta berharap pembiayaan perumahan di daerah dapat lebih terdorong secara optimal sehingga kebutuhan perumahan di daerah dapat terpenuhi.

Sementara pendapatan SMF semester I tahun 2018 mencapai Rp 261 miliar. Jumlahnya naik 8 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelummya sebesar Rp 575 miliar.



Close Ads X