OJK Segera Luncurkan Nomor "Contact Center" Baru 157

Kompas.com - 14/07/2018, 17:32 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan meluncurkan secara resmi contact center konsumen jasa keuangan, dari 1500655 menjadi 157.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan perubahan nomor tersebut untuk mempermudah masyarakat yang ingin mendapatkan informasi seputar produk jasa keuangan dan hal-hal terkait.

Adapun nomor contact center yang lama dinilai terlalu panjang dan tidak mudah diingat masyarakat. OJK sebenarnya telah melakukan soft launching contact center 157 pada awal tahun ini. Namun peluncuran resminya akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.

"Ini dalam rangka rebranding, termasuk revitalisasi petugas contact center dari 20 line menjadi 60 line untuk melayani masyarakat yang ingin mendapatkan informasi soal produk industri keuangan. Kami akan segera melakukan sosialisasi," ujarnya dalam diskusi bersama jurnalis, Sabtu (14/7/2018).

Menurut Tirta, perubahan contact center menjadi 157 terbukti efektif. Hal ini terlihat dari naiknya jumlah penelpon yang dilayani selama periode soft launching.

Saat menggunakan nomor 1500655, jumlah penelpon yang menghubungi contact center dalam satu bulan rata-rata antara 1.700-1.800 penelpon. Saat nomor tersebut diganti menjadi 157, jumlah yang dilayani contact center dalam sebulan mencapai rata-rata 4.000 penelpon.

Dari para penelpon tersebut, terbanyak masih berupa permintaan informasi debitur dari perusahaan jasa keuangan dengan porsi mencapai 72 persen. Kemudian disusul oleh permintaan informasi seputar legalitas perusahaan jasa keuangan beserta produknya (12 persen).

Posisi ketiga yakni terkait dengan edukasi produk/layanan jasa keuangan (8 persen), prosedur pengaduan ke OJK (5 persen) dan perizinan usaha dan produk jasa keuangan (3 persen).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upah PMI Sektor Domestik di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

Upah PMI Sektor Domestik di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 10,6 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Pemerintah Kantongi Rp 10,6 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Whats New
Daftar Limit Transfer BCA Lengkap

Daftar Limit Transfer BCA Lengkap

Spend Smart
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.870,5 per Dollar AS

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.870,5 per Dollar AS

Whats New
Dirut PLN Ungkap Adanya Potensi Krisis Pasokan Batu Bara

Dirut PLN Ungkap Adanya Potensi Krisis Pasokan Batu Bara

Whats New
BKN Sebut ASN RI Lebih dari 4,3 Juta, Tapi Jumlah Perempuan Jadi Pimpinan Masih Minim

BKN Sebut ASN RI Lebih dari 4,3 Juta, Tapi Jumlah Perempuan Jadi Pimpinan Masih Minim

Whats New
Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Rilis
Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Whats New
Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Whats New
OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

Whats New
Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Whats New
Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Whats New
Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Whats New
Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

BrandzView
Lakukan Transformasi Bisnis, Produk Bebas Asap Philip Morris Tersedia di 70 Pasar

Lakukan Transformasi Bisnis, Produk Bebas Asap Philip Morris Tersedia di 70 Pasar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.