Bekraf Dorong Game Lokal Bersaing di Dunia Internasional

Kompas.com - 14/07/2018, 17:40 WIB
Kepala Bekaraf Triawan Munaf saat membua pameran Bekraf Game Prime 2028 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (14/7/2018). -KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAKepala Bekaraf Triawan Munaf saat membua pameran Bekraf Game Prime 2028 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (14/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) menggelar pameran game terbesar Indonesia bertajuk 'Bekraf Game Prime 2018' di Balai Kartini, Jakarta.

Dalam pameran ini sekaligus juga memamerkan game karya anak bangsa yang sudah masuk ke pasar dunia.

"Alhamdulillah Bekraf Game Prime 2018 bisa diselenggarakan. Sejak awal kita berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan game di Indonesia," ujar Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Triawan Munaf, di Balai Kartini, Sabtu (14/7/2018).

Triawan berharap agar game buatan Indonesia bisa bersaing di dunia internasional. Menurut dia, pemerintah siap mendukung perkembangan game karya anak bangsa agar bisa bersaing di pasar global.

"Kita akan dukung terus. Pemerintah sekarang, pemerintah yang benar-benar mau memahami, mau terlibat pengembangan subsektor ekonomi kreatif," kata Triawan.

Dalam pameran ini turut dipamerkan dua game lokal yang berhasil tembus pasar global pada awal bulan ini. Game pertama, yakni permainan horor besutan studio Lentera Nusantara Bandung, 'Ghost Parade' dan game fighting 'Ultra Space Battle Sprawl' (USBS) hasil karya Mojiken Studio. Kedua permainan tersebut sudah bisa dimainkan di game konsol.

"Saya senang atas perilisan Ghost Parade di seluruh dunia dalam berbegai macam platform. ini seperti menjadi mimpi yang menjadi nyata apalagi bekerjasama dengan Aksys Game yang sudah mengeluarkan judul-judul popular sepetti Blazblue, " ujar CEO Lentera Nusantara, Azizah Assatari.

Azizah berharap Ghost Parade dapat membawa budaya lokal Nusantara ke seluruh dunia.

Selain kedua game tersebut, game horor lainnya besutan studio Digital Happiness asal Bandung yaitu Dreadout lebih dahulu berprestasi.

Game produksi tahun 2014 cukup fenomenal karena berhasil diunduh hingga mencapai 1 juta kali dan menginspirasi sebuah produser film untuk diangkat ke layar lebar. lni merupakan yang pertama kalinya, sebuah game lokal diangkat menjadi sebuah tema film.

Terakhir, satu game lagi dari Bandung besutan Agate Studio Valthirian Arc: Hero School Story akan dirilis pada kuartal empat tahun 2018 di PlayStation 4 dan Nintendo Switch. Perilisan di game konsol tersebut akan menjadi batu loncatan bagi CEO Arief Widhiyasa untuk membawa Agate Studio sebagai pemain game global.

Keempat game yang membawa harum nama Indonesia ini menjadi bagian dari deretan game lokal yang dipamerkan di Bekraf Game Prime 2018 tersebut.

“Tujuan mengadakan (pameran) ini memang ingin mempertontonkan kepada masyarakat di Jndonesia bahwa banyak pembuat-pembuat game lokal termasuk startup-startup lokal yang memang mempunyai kualitas layak kita pertontonkan,” kata Deputi lnfrastruktur Bekraf, Hari Sungkari.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X