Baru 26 Persen Pengembang Game Lokal yang Berbadan Hukum

Kompas.com - 14/07/2018, 20:50 WIB
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia Triawan Munaf saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/9/2017).  KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIKepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia Triawan Munaf saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/9/2017). 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan, masih banyak pengembang game lokal yang belum berbadan hukum.

Saat ini, lanjut dia, baru sekitar 26 persen pengembang game dalam negeri yang sudah berbadan hukum.

"Riset dari Gamelab menunjukkan bahwa saat ini hanya sekitar 26,7 persen developer game di Indonesia yang sudah berbadan hukum atau berbadan usaha," ujar Triawan di Jakarta, Sabtu (14/7/2018).

Triawan mengimbau bagi para pengembang yang belum berbadan hukum atau usaha agar segera mengurusnya. Dia berjanji akan membantu mengurusinya.

"Ayo bikin PT. Harus kita perrmudah, harus kita bantu. Kadang-kadang karena males ngurusnya aja itu, atau enggak mau bayar pajak," kata Triawan.

Triawan berharap agar game buatan Indonesia bisa bersaing di dunia internasional. Menurut dia, pemerintah siap mendukung perkembangan game karya anak bangsa agar bisa bersaing di pasar global.

"Kita akan dukung terus. Pemerintah sekarang, pemerintah yang benar-benar mau memahami, mau terlibat pengembangan subsektor ekonomi kreatif," ucap Triawan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X