Meski AS "Review" Perdagangan, Neraca Perdagangan Indonesia Surplus - Kompas.com

Meski AS "Review" Perdagangan, Neraca Perdagangan Indonesia Surplus

Kompas.com - 16/07/2018, 13:14 WIB
Jajaran Mitsubishi Xpander siap di ekspor ke mancanegara. Seremonial ekspor ini dihadiri Presiden Joko Widodo, Rabu (25/4/2018)Kompas.com/Febri Ardani Jajaran Mitsubishi Xpander siap di ekspor ke mancanegara. Seremonial ekspor ini dihadiri Presiden Joko Widodo, Rabu (25/4/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebutkan neraca perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) sampai Juni 2018 masih surplus untuk Indonesia.

Hal ini diungkapkan menyusul kekhawatiran adanya dampak terhadap perdagangan Indonesia-AS setelah United States Trade Representative (USTR) melakukan review Indonesia sebagai penerima manfaat fasilitas bebas bea masuk, baru-baru ini.

"Neraca perdagangan dengan Amerika Serikat masih surplus. Kalau dilihat dari sana, saya yakinkan bahwa ancaman-ancaman itu belum mempengaruhi (surplus neraca perdagangan RI)," kata Suhariyanto saat konferensi pers di kantornya, Senin (16/7/2018).

Berdasarkan data neraca perdagangan non-migas per Januari hingga Juni 2018, Indonesia mengalami surplus 4,119 miliar dollar AS atas perdagangannya dengan AS.

Baca juga: Neraca Perdagangan Juni Surplus 1,74 Miliar Dollar AS

Namun, angka ini menurun dibandingkan nilai surplus neraca perdagangan non-migas dengan AS periode Januari-Juni 2017 yang lebih tinggi, mencapai 4,703 miliar dollar AS.

Bila dilihat dari pangsa pasar ekspor non-migas Indonesia, AS termasuk satu dari tiga negara terbesar selain Tiongkok dan Jepang.

Dari total ekspor non-migas Januari-Juni 2018, porsi ke AS sebesar 10,78 persen atau setara dengan 8,56 miliar dollar AS.

Sementara Indonesia tidak terlalu bergantung dengan impor dari AS. Hal itu terlihat dari tiga negara pangsa impor non-migas Indonesia periode Januari-Juni 2018 yang berasal dari Tiongkok, Jepang, dan Thailand.

Komoditas ekspor

Secara lebih rinci, total ekspor Indonesia ke AS pada Januari-Juni 2018 sebesar 8,559 miliar dollar AS dengan komoditas utama di antaranya lemak dan minyak hewani atau nabati, karet, bahan bakar mineral, kayu dan barang dari kayu, aneka produk kimia, kertas dan kertas karbon, perabotan, ikan dan krustasea, serta pakaian dan aksesori pakaian.

Sedangkan nilai impor dari AS untuk periode yang sama sebesar 4,441 miliar dollar AS, dengan komoditas utama yang diimpor seperti mesin-mesin/pesawat mekanik, biji-bijian berminyak, kapal terbang dan bagiannya, kapas, ampas/sisa industri makanan, bubur kayu, mesin/peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, berbagai produk kimia, serta perangkat optik.


Komentar
Close Ads X