Melambat, Utang Luar Negeri RI Per Mei Capai Rp 4.995 Triliun

Kompas.com - 16/07/2018, 21:13 WIB
Petugas menghitung pecahan dollar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (29/6/2018) siang berada pada level Rp 14.360. MAULANA MAHARDHIKAPetugas menghitung pecahan dollar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (29/6/2018) siang berada pada level Rp 14.360.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan posisi Utang Luar Negeri (ULN) pada akhir Mei 2018 mencapai 358,6 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 4.995 triliun (1 dollar AS = Rp 14.000).

Jika dirinci, utang tersebut terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral sebesar 182,5 miliar dollar AS dan utang swasta termasuk BUMN sebesar 176,1 miliar dollar AS.

BI menilai, utang Indonesia pada bulan Mei 2018 ini tumbuh melambat dibanding bulan sebelumnya.

Pada akhir Mei 2018, ULN Indonesia tumbuh 6,8 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan 7,8 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Perlambatan ini terjadi baik pada ULN sektor pemerintah maupun ULN sektor swasta.

"ULN pemerintah tumbuh melambat dipengaruhi oleh pelepasan SBN (Surat Berharga Negara) domestik oleh investor asing sejalan dengan perkembangan likuiditas global," sebut BI dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/7/2018).

Posisi ULN Pemerintah pada Mei 2018 turun dibandingkan dengan posisi akhir April 2018, disebabkan adanya pelunasan pinjaman dan berlanjutnya aksi pelepasan SBN domestik oleh investor asing.

Kepemilikan SBN domestik oleh investor asing turun hingga 1,1 miliar dollar AS selama Mei 2018, sebagai antisipasi atas rencana Federal Reserve yang menaikkan tingkat suku bunga pada Juni 2018.

"Investor asing melepas sementara kepemilikan SBN domestik sambil memperhatikan perkembangan likuiditas global yang menuju pada keseimbangan baru," tulis BI.

Hal tersebut menunjukkan investor asing di pasar SBN domestik memiliki kecenderungan wait and see (menunggu sembari memantau) dalam menyikapi agenda kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve.

Sehingga, dengan perkembangan tersebut, ULN Pemerintah pada Mei 2018 tumbuh melambat menjadi sebesar 179,3 miliar dollar AS. ULN Pemerintah itu terbagi dalam SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) milik nonresiden sebesar 124,6 miliar dolar AS dan pinjaman dari kreditur asing sebesar 54,7 miliar dolar AS.

Selain itu, ULN swasta juga dinyatakan tumbuh melambat, terutama dipengaruhi oleh ULN sektor pertambangan, sektor industri pengolahan, dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA). 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X