KILAS EKONOMI

Karantina Pertanian Terapkan Standar Antisuap

Kompas.com - 18/07/2018, 13:05 WIB
Karantina Makassar bersama-sama Inspektorat Badan Narkotika Nasional (BNN), serta PT Hari Mukti Teknik (KANABA) juga menjadi lembaga publik petama yang mengintegrasikan SNI ISO 37001 2016 ke dalam proses bisnisnya. Dok Kementerian PertanianKarantina Makassar bersama-sama Inspektorat Badan Narkotika Nasional (BNN), serta PT Hari Mukti Teknik (KANABA) juga menjadi lembaga publik petama yang mengintegrasikan SNI ISO 37001 2016 ke dalam proses bisnisnya.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak Oktober 2017 lalu Badan Karantina Pertanian telah menerapkan standar ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan  Balai Besar Karantina Pertanian Makassar menjadi Unit Pelaksana Teknis pertama yang meraih sertifikasi berstandar internasional untuk antisuap

"Karantina Makassar bahkan bukan cuma jadi unit publik yang pertama di lingkup Kementerian Pertanian, tapi juga unit publik pertama di Indonesia," kata I Putu Gde Indra Yudha, Direktur PT Garuda Sertifikasi Indonesia, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (17/7/2018).

Karantina Makassar bersama-sama Inspektorat Badan Narkotika Nasional (BNN), serta PT Hari Mukti Teknik (KANABA) juga menjadi lembaga publik petama yang mengintegrasikan SNI ISO 37001 2016 ke dalam proses bisnisnya.

Sebagai lembaga sertifikasi antipenyuapan, LSMAP telah melakukan sertifikasi ke lembaga publik yang telah mampu menerapkan instrumen yang dirancang dalam membantu organisasi untuk mengembangkan, mengimplentasikan, dan memperbaiki program antisuap.

"Instrumen ini berisi rangkaian tindakan, kontrol, atau prosedur yang harus dilakukan untuk mencegah, mendeteksi, dan mengatasi suap. Kami berusaha berkomitmen untuk melaksanakan Instruksi presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi melalui penerapan SMAP ini," kata Indra.

Banun Harpini, Kepala Badan Karantina Pertanian, menambahkan bahwa saat ini dari 52 Unit Pelaksana Teknis Karantina, sudah ada 16 UPT dan selanjutnya akan disiapkan 9 UPT baru hingga akhir 2018 nanti.

Seluruh wilayah kerja 16 UPT itu masing-masing adalah Karantina Makassar, Mataram, Soekarno Hatta, Balikpapan, Belawan, Medan Tanjung Priok, Uji Standar, Bengkului, Bandar Lampung, Mamju, Palembang, Tanjung Balai Asahan, Sorong, serta Surabaya. Mereka telah tersertifikasi SMAP.

Sementara itu, 9 unit kerja lain, yakni Cilegon, Biak, Jayapura, Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Tanjung Balai Karimun, Sumbawa dan Gorontalo dalam proses sertifikasi manajemen antisuap.

"Kinerja dan kredibilitas seluruh jajaran petugas baik di pusat dan unit pelaksana teknis menjadi perhatian kami," kata Banun. 

Pada kesempatan sama, Banun juga menjelaskan untuk pengawasan produk pertanian di pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia, Badan Karantina Pertanian telah menerapkan teknologi informasi berupa penerapan sistem bagi kelancaran arus barang. Saat ini 10 unit pelaksana teknis telah terintegrasi dengan sistem Indonesia National Single Window (INSW), dan akan terus bertahap integrasi terhadap sistem ini diseluruh Indonesia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X