Kredit Bermasalah BTN Turun Jadi 2,78 Persen

Kompas.com - 18/07/2018, 23:29 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono bersama jajaran Direksi Bank BTN saat konferensi pers Paparan Kinerja Bank BTN per Kuartal III/2017 di Menara BTN, Jakarta, Senin (23/10/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
KRISTIANTO PURNOMODirektur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono bersama jajaran Direksi Bank BTN saat konferensi pers Paparan Kinerja Bank BTN per Kuartal III/2017 di Menara BTN, Jakarta, Senin (23/10/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Maryono menyatakan, angka Non Performing Loans ( NPL) atau kredit bermasalah selama semester pertama 2018 lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BTN mencatat angka NPL gross semester pertama yakni 2,78 persen. Sementara pada tahun sebelumnya sebesar 3,23 persen.

"Angkanya masih lebih rendah dari rata-rata industri per Mei 2018 sebesar 2,79 persen," ujar Maryono di Menara BTN, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Maryono mengatakan, NPL gross khusus untuk Kredit Pemilikan Rumah subsidi besarannya sekitar 1,21 persen. Sementara untuk NPL nett semester pertama tahun ini sebesar 1,80 persen. Lebih rendah dari semester pertama tahun lalu sebesar 2,24 persen.

"Kalau dilihat di sini NPL mengalami penurunan, baik gross NPL dan nett NPL," kata Maryono.

Baca juga: BTN Bukukan Laba Bersih Rp 1,42 Triliun Selama Semester I 2018

BTN juga memaparkan target bisnis mereka hingga akhir 2018. Untuk rasio NPL gross, mereka menargetkan di kisaran 2,3-2,5 persen, lebih rendah dari capaian semester pertama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X