CEO 9gag Beberkan Rahasia Bisnis yang Dipelajarinya dari Silicon Valley

Kompas.com - 20/07/2018, 13:07 WIB
CEO situs guyonan 9GAG, Ray Chan saat ditemui KompasTekno di Jakarta, Senin (2/2/2015). Fatimah Kartini Bohang/Kompas.comCEO situs guyonan 9GAG, Ray Chan saat ditemui KompasTekno di Jakarta, Senin (2/2/2015).

NEW YORK, KOMPAS.com - Bos 9gag Ray Chan membocorkan rahasia bisnis sukses yang dia pelajari selama bergelut dengan pegiat start-up lain di Silicon Valley.

Dirinya menilai, ide atau gagasan yang baik tidaktselalu disukai banyak orang. Menjadi yang berbeda, bahkan kalau bisa berlawanan dengan apa yang disukai oleh kebanyakan orang bagi Ray Chan merupakan awal mula dari kesuksesan.

"Jadi, ide yang terbaik mungkin adalah sesuatu yang buruk sehingga tidak banyak orang yang setuju dan melakukan itu," sebut Ray Chan.

Dikutip melalui CNBC, 9gag kini memiliki lebih dari 100 juta penggemar di Facebook dan Instagram. Menurutnya, kemampuan untuk bisa melawan status quo merupakan jalan terbaik untuk bisa bertahan dan sukses menjalani bisnis start-up.

"Mungkin seseorang akan memberitahumu, cara untuk mengatur sebuah tim, atau menghasilkan sebuah produk. Tapi kamu cenderung menikmati menggunakan cara yang bersebrangan serta membuktikan bahwa mereka salah," ujar Chan lebih lanjut.

Meskipun, ide-ide yang kontroversial akan cenderung lebih mengundang kritik dan risiko kegagalan yang lebih besar. Namun, bisa juga diartikan, ide tersebut memiliki kompetitor yang lebih sedikit sehingga hasil akhirnya bisa lebih besar.

"Tentu kami gagal berulang kali. Tetapi setelah kita bisa melakukannya dengan benar, maka itu menjelaskan mengapa kita membuat keputusan yang tepat,” lanjut Chan.

Hal lain yang Chan tekankan adalah pentingnya menerapkan ide ke dalam tindakan-tindakan yang nyata. Selepas mendapatkan ide, baiknya secepat mungkin diaplikasikan untuk membuktikan bahwa gagasan tersebut memang bisa dipraktikan. Sebab, pada akhirnya hal tersebut menjadi satu-satunya cara pengusaha lain, atau investor dapat melihat kelayakan bisnis yang sedang dibangun.

"Pada awalnya, Anda harus membangun sesuatu terlebih dahulu sehhingga Anda memiliki bahan untuk berbagi gagasan dengan orang lain," ujar Chan.

Menurutnya, terlalu banyak 'wannapreneur' atau sebutannya untuk orang-orang yang ingin menjadi entrepreneur namun tidak bertindak melampaui gagasannya untuk membangun sebuah start-up.

Ray Chan melanjutkan, orang-orang sukses tidak peduli dengan ide-ide yang dimiliki oleh seseorang.

"Mereka ingin melihat sesuatu. Jika Anda memperlihatkan bentuk dasar yang bisa bekerja dengan baik, orang-orang akan menghampiri Anda," tambah dia.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X