Petrokimia Gresik Rilis 2 Produk Pupuk Baru

Kompas.com - 20/07/2018, 17:04 WIB
Beberapa produk pupuk yang dihasilkan PT. Petrokimia Gresik. KOMPAS.com / HamzahBeberapa produk pupuk yang dihasilkan PT. Petrokimia Gresik.

GRESIK, KOMPAS.com – PT Petrokimia Gresik memperkenalkan dua produk baru berupa pupuk non-subsidi, yang bakal segera diluncurkan ke tengah masyarakat dan para petani.

Dua produk pupuk terbaru itu adalah, NPK Petro Nitrat dan NPS Petro Niphos. Dengan perkenalan dilakukan bersamaan dengan pembukaan acara Petro Agrifood Expo (PAE), di area kebun percobaan kompartemen riset Petrokimia Gresik, Jumat (20/7/2018).

“Peluncuran kedua produk ini, merupakan langkah awal dalam mengenalkan produk kepada konsumen, dan akan diikuti dengan penyediaan produk di jaringan kios,” ujar Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto, di sela agenda peluncuran produk.

NPK Petro Nitrat merupakan pupuk yang diklaim mengandung komposisi campuran utama berupa unsur hara nitrogen sebesar 16 persen, fosfat 16 persen, serta kalium 16 persen. Dengan pupuk ini dianjurkan bagi tanaman holtikultura, khususnya jenis buah dan umbi.

Baca juga: Direktur Utama dan Direktur Komersil PT Pupuk Iskandar Muda Diganti

“Produk ini telah diuji coba pada tanaman bawang merah di Nganjuk dan semangka di Pati, Jawa Tengah. Dengan peningkatan hasil panen, mencapai 10 hingga 12 persen dibanding menggunakan pupuk biasa,” jelasnya.

Sementara NPS Petro Niphos, terdiri dari campuran utama nitrogen sebesar 20 persen, fosfat 20 persen, dan sulfur 13 persen. Dengan pupuk non-subsidi ini diklaim pihak perusahaan cocok untuk jenis tanaman sayuran. Produk ini telah diuji pada tanaman sawi, selada, dan padi, yang ada di Gresik dan Bojonegoro, dengan hasil panen meningkat 10 hingga 25 persen.

“Nantinya, kedua produk baru ini akan di pasarkan dengan beberapa kemasan. Mulai dari kemasan ukuran 1 kilogram, 2 kilogram, 25 kilogram, hingga 50 kilogram,” tutur Nugroho.

Peluncuran NPK Petro Nitrat dan NPS Petro Niphos, menambah daftar produk hasil riset Petrokimia Gresik yang kini menjadi total 15 produk. Mulai dari produk pembenah tanah, benih, pupuk organik, pupuk hayati, dekomposer, dan juga probiotik.

“Ini menjadikan Petrokimia Gresik sebagai industri berbasis riset, yang kuat pada sektor pertanian di Indonesia, dengan varian produk, pelayanan, serta pengawalan teknologi yang lengkap. Tidak sekedar menawarkan produk, melainkan memberikan solusi terhadap sektor pertanian dan agroindustri,” kata dia.

Hanya saja Nugroho belum bisa memastikan, berapa nantinya harga untuk kedua produk baru tersebut, sekaligus kapan kedua produk ini bakal mulai di pasarkan ke para petani dan masyarakat. Dengan ia mengatakan, NPK Petro Nitrat dan NPS Petro Niphos masih akan disempurnakan lagi, dan bakal diluncurkan ke pasaran dalam waktu dekat.

“Kami masih matangkan riset, jangan sampai masyarakat dan para petani nanti kecewa ketika sudah memakai produk ini. Kami ingin memastikan, hasil riset yang sudah didapat benar-benar dapat dijadikan acuan pasti. Baru kalau itu sudah didapat, kami akan segera pasarkan berikut harganya,” tutup Nugroho.

Ia juga menjelaskan, PT Petrokimia Gresik memang sudah memasarkan produk pupuk non-subsidi hingga ke luar negeri. Namun Nugroho mengakui, penyerapan terbanyak dari produk pupuk non-subsidi yang diproduksi salah satu Badan Usaha Milik Negara ini masih pasaran dalam negeri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X