Menhub Serahkan Kasus Ledakan di Bandara Soetta ke Propam Polri

Kompas.com - 22/07/2018, 16:49 WIB
Body scanner yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan body scan di area keberangkatan internasional Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Foto diambil Selasa (19/6/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIBody scanner yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan body scan di area keberangkatan internasional Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Foto diambil Selasa (19/6/2018).

JAKARTA,  KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerahkan kasus ledakan yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, ke pihak kepolisian.

Ledakan itu sendiri terjadi karena kelalaian anggota Polri saat proses pengosongan senjata api miliknya.

Saat proses pengosongan dilakukan, rupanya masih ada satu peluru yang tersisa di dalam senjata apinya.

"AP II sudah berkoordinasi, karena itu polisi maka kasus itu diserahkan kepada kapolres untuk dibawa pengamatan itu kepada propam polisi," ujar Budi di Jakarta, Minggu (22/7/2018).

Baca juga: Ledakan Senjata di Bandara Soekarno-Hatta, 1 Orang Terluka

Sebelumnya, ledakan terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (22/7/2018). Diduga, ledakan itu berasal dari area check in Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Suara ledakan terdengar pukul 05.55 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Senior Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang membenarkan kejadian tersebut.

“Saat anggota protokol Polri Bripda Galuh Apriyana melakukan kegiatan membantu rekannya Briptu Fajar Firmansyah untuk mengosongkan senpi saat akan terbang," kata Febri dalam keterangannya, Minggu.

Anggota protokol tersebut akan melakukan penerbangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 14 tujuan Banda Aceh.

Korban mendapat perawatan medis

 

Saat mengosongkan senjata api jenis Glock miliknya, ternyata masih ada satu butir peluru di dalamnya

“Senpi yang sudah mengarah ke lantai tiba-tiba meledak. Hal itu membuat serpihannya mengenai seorang petugas dari perusahaan ground handling, Ikhwanul Hakim Siregar, yang bertugas di counter check-in,” ujar dia. 

Akibatnya, korban mengalami luka akibat serpihan pada kakinya. Kemudian, korban mendapat perawatan dari petugas medical  assistance dan Kantor Kesehatan Pelabuhan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

“Pihak terkait sepakat menempuh jalur kekeluargaan,” kata Febri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.