Bangun Bisnis, Pemilik Maicih Sebut Jangan Pikirin Untung Rugi Dulu...

Kompas.com - 23/07/2018, 11:12 WIB
Reza Nurhilman, pemilik merek keripik pedas Maicih, ketika menjadi pembicara di acara Roadshow The Big Start Indonesia Season 3 Blibli.com di kawasan Cihampelas, Bandung, Sabtu (21/7/2018). Dokumentasi Blibli.comReza Nurhilman, pemilik merek keripik pedas Maicih, ketika menjadi pembicara di acara Roadshow The Big Start Indonesia Season 3 Blibli.com di kawasan Cihampelas, Bandung, Sabtu (21/7/2018).

KOMPAS.com - Menjalankan bisnis tentu membutuhkan konsistensi agar bisnis yang dijalankan dapat berjalan secara langgeng. Tidak hanya sekadar viral sesaat, lalu tenggelam seiring dengan berjalannya waktu.

Hal inilah yang menjadi tantangan utama Reza Nurhilman, atau yang akrab disapa AXL, pengusaha keripik pedas Maicih yang sempat fenomenal di kisaran tahun 2010 lalu.

Meski tak lagi seheboh dahulu, produk Maicih kini mulai memasuki pasar supermarket atau waralaba-waralaba ritel dan bersaing dengan snack-snack lainnya. Uniknya, pemasaran Maicih hingga saat ini tidak pernah menyentuh layar kaca laiknya produk makanan ringan lain.

Nilai Historis

Reza mengaku, memasuki pasar ritel memang tak mudah. Produk aneka ragam keripiknya harus beradu dengan 200 unit produk lain yang beraneka ragam. Namun, menurut dia, Maicih memiliki nilai historis yang cukup kuat sehingga masih bisa bertahan di pasar ritel hingga saat ini.

Nilai historis inilah yang membuat branding  dari produknya begitu hidup.

"Kita punya customer loyal, ini yang membuat Maicih tetap eksis dan bertahan," sebut Reza saat ditemui Kompas.com selepas mengisi acara talkshow Roadshow The Big Start Indonesia Season 3 di kawasan Cihampelas, Bandung, Sabtu (21/7/2018).

Baca juga: The Big Start Indonesia: Mimpi Imas yang Ingin Keripik Jengkol Olahannya Naik Kelas

Reza mengatakan, nilai historis yang ia tanamkan kepada konsumennya berawal dari tahun 2010 lalu, ketika dirinya menjadikan Twitter salah satu sarana promosi produknya. Proses pemasaran pun menggunakan mobil dengan berpindah tempat yang kemudian diinfokan melalui Twitter akan menjadi kisah tersendiri bagi para pelanggannya.

Promosi awal menggunakan mobil di Bandung dan mulai menyebar ke kota-kota lain memang diakui Reza ia lakukan karena modal yang ia miliki terbatas.

"Saat itu kita mulai masuk media di twitter, momentumnya pas awal mula Maicih di bentu sampai 2 hingga 3 tahun jadi besar, orang kenal lewat sana. Sementara kalau sekarang channel kita sudah banyak, intinya kita harus bisa buat orang dapetin cita rasa Maicih dan penasarannya" jelas Reza.

Konsistensi dalam berbisnis

Reza saat ini sedang disibukkan dengan persiapan ekspansi keripik maicihnya untuk bisa menembus pasar China. Saat ini, Maicih sendiri telah memiliki pabrik di Malaysia. Sementara, untuk pemasaran sendiri, beberapa negara yang sudah menjadi target ekspor Maicih adalah negara-negara ASEAN ditambah Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Kanada.

"Alhamudlillah 2 tahun ke belakang sudah mulai berkembang, sudah meraba pasarnya. China sedang proses boom market di sana karena potensi besar sekali. Mudah-mudahan September sudah bisa dipasarkan," ujar Reza.

Mempertahankan bisnis rintisan seperti miliknya memang Reza akui tak mudah. Untuk bisa konsisten dan terus mengembangkan bisnis, menurutnya hal pertama yang seseorang harus memiliki mental yang cukup kuat. Karena tak ada yang benar-benar tahu di bisnis jenis apa seseorang akan berhasil.

"Saya udah puluhan kali gagal jualan, ngga ada yang tahu kan kalau bakal berhasil justru di keripik?" terang Reza.

Hal kedua yang perlu dibangun sedari awal adalah sikap. Menurut dia, perilaku, kebiasaan, serta hal-hal positif harus senantiasa dibangun.

"Kalau kita ingin sukses tapi nggak melakulan hal-hal yang orang sukses lakukan itu gimana mau sukses. Sikap itu hari ini, cita-cita boleh di depan," lanjut Reza.

Sementara yang ketiga adalah totalitas dalam bekerja dan membangun bisnis. Reza mencontohkan, ketika dirinya awal membangun pondasi bisnis keripiknya, dirinya rela mengantar pesana jarak jauh dengan menggunakan motor. Padahal hasil yamg didapatka belum tentu bisa menutupi ongkos tenaga dan bensin yang dia keluarkan.

"Enggak usah mikirin untung rugi dululah," seloroh dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X