Ini Upaya Menteri Jonan Realisasikan Target 23 EBT pada 2025

Kompas.com - 23/07/2018, 18:35 WIB
Mesin Turbin PLTA Oria Genyem di Kampung Nombotong, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/4/2016) Fabio M Lopes CostaMesin Turbin PLTA Oria Genyem di Kampung Nombotong, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/4/2016)

JAKARTA,  KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia menargetkan penggunaan bauran energi baru terbarukan ( EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan meyakini target tersebut bisa terealisasi.

"Komitmen 23 persen itu kita tidak ubah sampai hari ini, yaitu tetap di tahun 2025," ujar Jonan dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/7/2018).

Jonan mengungkapkan, Kementerian ESDM telah melakukan beberapa inisiatif untuk mencapai target bauran EBT tersebut.

Baca juga: Kejar Target Bauran Energi, Kementerian ESDM Percepat Pengembangan EBT

Inisiatif tersebut, yakni dengan mendorong PT PLN (Persero) dan Independent Power Producer (IPP) untuk masuk ke pembangkit energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air ( PLTA) dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

"Di Jawa Barat, PLN ikut mendukung penuh terkait reform sungai Citarum untuk bisa dimanfaatkan sebagai PLTA baru dan yang sudah ada tidak terganggu. Mengenai geothermal juga, Flores kita dorong untuk menjadi pulau geothermal karena potensinya yang besar, itu semua untuk meningkatkan bauran energi terbarukan," ucap dia.

Inisiatif lainnya, Jonan telah meminta PLN mengganti seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan total kapasitas 3.200 megawatt (MW) menggunakan 100 persen minyak kelapa sawit.

"Kalau itu (memakai 100 persen minyak kelapa sawit) bisa dalam 5 tahun, nanti bauran energi terbarukannya bisa bertambah 5 persen," kata Jonan.

Baca juga: Tarik Ulur Pengembangan Energi Baru Terbarukan di Indonesia

Selanjutnya, penggunaan Rooftop Solar Photovoltaic (PV) atau rooftop panel surya. Jonan mengusulkan untuk menerapkan penggunaan rooftop panel surya kepada konsumen PLN jenis tertentu, seperti rumah tangga golongan 1 (R1) hingga R4 dan juga golongan bisnis.

"Kalau ini ditawarkan ke pelanggan PLN yang golongannya itu R, R1 mungkin sampai R4, dan mungkin bisa golongan bisnis. Mungkin dalam 5 hingga 10 tahun bisa nambah 10.000 MW, itu bisa nambah lebih dari 5 persen, selesai sudah kerjaan saya yang 23 persen," ujar Jonan.

Untuk diketahui, pemerintah telah mengesahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN 2018 hingga 2027.

Dalam RUPTL tersebut, pemerintah menetapkan target bauran energi pembangkit hingga akhir 2025, untuk batu bara sebesar 54,4 persen, EBT 23,0 persen, gas 22,2 persen, dan Bahan Bakar Minyak ( BBM) 0,4 persen.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Spend Smart
Bank BJB Kucurkan Kredit untuk BPR Kredit Mandiri Indonesia

Bank BJB Kucurkan Kredit untuk BPR Kredit Mandiri Indonesia

Rilis
Percepat Proses Kredit, Bank Mandiri Hadirkan Aplikasi Mandiri Pintar

Percepat Proses Kredit, Bank Mandiri Hadirkan Aplikasi Mandiri Pintar

Rilis
Selesaikan Masalah, Bos Jouska Minta Waktu hingga 1 September 2020

Selesaikan Masalah, Bos Jouska Minta Waktu hingga 1 September 2020

Whats New
Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Minus 4,72 Persen di Kuartal II 2020

Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Minus 4,72 Persen di Kuartal II 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X