Dana Desa Disebut Dorong Pengurangan Pengangguran Terbuka

Kompas.com - 24/07/2018, 10:38 WIB
Ribuan kaum wanita di pedesaan provinsi Gorontalo memiliki keterampilan sulam karawo, kerajinan ini menyumbang ketahanan ekonomi desa. Penggunaan dana desa diharapkan dapat meningkatkan produksi merekaRosyid A Azhar Ribuan kaum wanita di pedesaan provinsi Gorontalo memiliki keterampilan sulam karawo, kerajinan ini menyumbang ketahanan ekonomi desa. Penggunaan dana desa diharapkan dapat meningkatkan produksi mereka

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan dana desa yang telah dilakukan sejak tahun 2015 dinilai berdampak positif terhadap pengurangan tingkat pengangguran terbuka secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Salah satu contohnya adalah yang terjadi di Bali, di mana tingkat pengangguran terbukanya merupakan yang paling rendah se-Indonesia.

"Provinsi Bali sudah memberikan dana desa sebesar Rp 1 miliar tiap desa melalui Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Mandara atau Gerbang Sadu Mandara yang membuat tingkat pengangguran di Bali menduduki angka terendah," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bali, Ketut Lihadyana, seperti dilansir dari laman setkab.go.id pada Selasa (24/7/2018).

Secara terpisah, Direktur BUMDes Sima Sari Dana Kesiman Petilan di Kecamatan Denpasar Timur, I Gusti Ketut Sima, menyebut pihaknya memanfaatkan dana desa untuk berbagai kegiatan.

Baca juga: Kemiskinan di Desa Masih Tinggi, Efektivitas Dana Desa Dipertanyakan

Di bawah naungan BUMDes yang berdiri sejak Desember 2017, dana desa dipakai untuk pengelolaan sampah dengan bank sampah, membuka unit toko, PAUD, hingga pengolahan air minum dalam kemasan.

Apa yang dilakukan oleh daerah-daerah di Bali merupakan contoh kecil dari pelaksanaan penggunaan dana desa yang efektif. Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Nugroho Setijo Nagoro, turut mengingatkan pentingnya sinergi pembangunan ekonomi desa melalui berbagai cara.

"Di antaranya adalah kerja sama dan fasilitasi BUMDes, pelatihan kewirausahaan dan manajemen BUMDes, pendampingan serta dukungan modal, sarana produksi dan pasca panen," tutur Nugroho.

Contoh pengembangan BUMDes yang sesuai disebut Nugroho ada di BUMDes Desa Pulutan di Minahasa, BUMDes Desa Marinsow di Minahasa Utara, BUMDes Desa Mekarmaya di Karawang, dan BUMDes Desa Gempol Kolot di Karawang.

Berdasarkan riwayatnya, dana desa mengalami peningkatan setiap tahun sejak disalurkan tahun 2015. Alokasi dana desa pada 2015 sebesar Rp 20,67 triliun, kemudian meningkat jadi Rp 46,98 triliun tahun 2016, serta Rp 60 triliun untuk tahun 2017 dan tahun ini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X