Gubernur BI Akui Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Agak Lambat

Kompas.com - 25/07/2018, 22:09 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo selepas halalbihalal di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat (22/6/2018).KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Gubernur BI Perry Warjiyo selepas halalbihalal di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat (22/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia mengakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini cenderung agak lambat, yaitu sebesar 5,2 persen hingga akhir tahun 2018.

Hal ini diungkapkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada acara Sarasehan Rangkaian Rakornas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Bank Indonesia, Rabu (25/7/2018) malam.

" Pertumbuhan ekonomi prediksi kami kurang lebih 5,2 persen, agak lambat," ujar dia.

Meskipun kondisi ekspor sudah membaik sbeut Perry,  namun arus impor masih besar. Sehingga hal itu belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. "Sumbangannya (eskpor) agak lebih rendah," lanjut dia.

Baca juga: Kemenkeu: Pertumbuhan Ekonomi 2018 di Bawah Target APBN 5,4 Persen

Inflasi pun meskipun saat ini terpantau cukup rendah pada 3,3 persen, namun akan mengalami tren peningkatan.

"Inflasi sangat rendah 3,3 persen, akhir tahun kemungkinan juga 3,5 persen. Ini sangat rendah, tahun depan ya sekitar 3,7 persen, insyaAllah ini bisa tercapai,"

BI sendiri menargetkan, hingga akhir tahun 2018 ini, target inflasi berada pada posisi 3,5 plus minus 1 persen.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X