OJK: Jasa Keuangan dan Likuiditas Pasar Keuangan Indonesia Stabil

Kompas.com - 25/07/2018, 23:39 WIB
 Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso selepas Raker dengan Komisi XI, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (11/4/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso selepas Raker dengan Komisi XI, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa stabilitas jasa keuangan dan kondisi likuiditas pasar keuangan Indonesia masih dalam kondisi terjaga.

Hal tersebut cukup melegakan mengingat saat ini Indonesia berada di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang dipicu oleh sentimen negatif imbas perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Pelemahan pasar keuangan global akibat perang dagang tersebut turut membuat berkurangnya likuiditas, terlebih adanya kelanjutan normalisasi kebijakan The Fed dan inflasi Personal Consumption Expenditure AS pada Juni 2018 yang telah mencapai target dua persen.

“Perkembangan ini menyebabkan tekanan di pasar keuangan global, khususnya di emerging market,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/7/2018).

Baca juga: IMF: Perang Dagang Trump Bebani Perekonomian Global 430 Miliar Dollar AS

Seiring dengan perkembangan kondisi global itu, pasar keuangan domestik dinilai Wimboh mengalami tekanan. Hal itu terlihat dari IHSG Juni 2018 yang melemah sebesar 3,08 persen dan ditutup pada level 5.799,2 dengan investor non-resident yang mencatatkan net dell sebesar Rp 9,1 triliun.

“Namun, memasuki Juli 2018 tekanan sedikit mereda, IHSG pada 24 Juli 2018 ditutup di level 5.931,8 atau tumbuh 2,29 persen sejak awal Juli 2018, dan mencatatkan net buy investor non-residen sebesar Rp 795 miliar, meski jika dihitung sejak awal 2018 masih mencatatkan net sell sebesar Rp 50,2 triliun,” sambung Wimboh.

Kemudian, Wimboh juga mengatakan bahwa pada pasar SBN, yield SBN per Juni untuk tenor jangka pendek, menengah, dan panjang masing-masing naik sebesar 44,0 bps, 79,3 bps, dan 55,1 bps. Investor non-residen mencatatkan net sell di pasar SBN sebesar Rp 3,6 triliun.

“Di tengah tekanan ke pasar keuangan domestik tersebut, kinerja intermediasi sektor jasa keuangan pada Juni 2018 secara umum masih terjaga walaupun turut mengalami moderasi,” ungkapnya.

Sementara, untuk piutang pembiayaan sampai Juni 2018 tumbuh 5,18 persen year on year (yoy) lebih rendah dari Mei yang tumbuh 6,37 persen yoy. Premi asuransi jiwa dan asuransi umum atau reasuransi masing-masing tumbuh sebesar 29,4 persen yoy dan 15,9 persen yoy.

Tak hanya itu, pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2018 mengalami peningkatan sebesar 10,75 persen yoy atau lebih baik dari Mei yang tumbuh 10,26 persen yoy. Hal itu didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang tumbuh 6,99 persen yoy, membaik dari Mei yang tumbuh 6,47 persen.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Whats New
Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Spend Smart
Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Whats New
Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

BrandzView
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Cara Buka Rekening Bank DKI Online via Aplikasi JakOne Mobile

Cara Buka Rekening Bank DKI Online via Aplikasi JakOne Mobile

Whats New
Erick Thohir: Ekosistem Usaha Nelayan RI Harus Terus Disehatkan

Erick Thohir: Ekosistem Usaha Nelayan RI Harus Terus Disehatkan

Whats New
Perusahaan Kosmetik Wardah Buka Lowongan Kerja di Banyak Posisi, Ini Persyaratannya

Perusahaan Kosmetik Wardah Buka Lowongan Kerja di Banyak Posisi, Ini Persyaratannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.