Protes Dadang soal Foto di Bungkus Rokok hingga Pelemahan Rupiah Jadi Berita Terpopuler

Kompas.com - 26/07/2018, 08:15 WIB
Dadang Mulya menunjukann sejumlah bungkus rokok yang memajang gambar orang yang mirip sekali dengan dirinya, di rumahnya desa Pancalang, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Rabu (25 Juli 2018)KOMPAS.COM / Muhamad Syahri Romdhon Dadang Mulya menunjukann sejumlah bungkus rokok yang memajang gambar orang yang mirip sekali dengan dirinya, di rumahnya desa Pancalang, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Rabu (25 Juli 2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria asal Kuningan Jawa Barat, Dadang Mulya memprotes pemasangan fotonya di bungkus rokok.

Dia merasa tidak pernah memberikan izin atas pemasangan fotonya tersebut. Dadang ingin agar ada perhatian dari pihak terkait atas pemasangan fotonya tersebut. Berita mengenai foto Dadang di bungkus rokok menjadi salah satu yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Rabu (26/7/2018).

Selain itu, ada berita lain yakni isu Indomie yang mengandung babi. Kabar tersebut lantas ditepis oleh manajemen Indofood. Berikut lima berita terpopuler sepanjang hari kemarin:

1. Pria yang Fotonya Dipasang di Bungkus Rokok Protes

Bagi Anda para perokok tampaknya sudah tidak asing lagi dengan foto pria yang merokok sambil menggendong bayi. Pria yang ada di foto dalam bungkus rokok itu adalah Dadang Mulya (42).

Warga Desa Pancalang, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, itu memprotes pencantuman fotonya dalam bungkus rokok itu. Pasalnya, Dadang mengaku tak pernah memberikan izin tentang pencantuman fotonya itu.

2. Rupiah Terus Melorot, Merugikan ataukah Menguntungkan?

NILAI tukar rupiah mengalami guncangan yang signifikan pada tahun ini. Rupiah terus melemah terhadap dollar AS Amerika Serikat. Pada Mei lalu, rupiah menembus level psikologis Rp 14.000 per dollar AS, dan tercatat sebagai mata uang dengan kinerja terjelek kedua di Asia pada Februari sampai April 2018.

Bank Indonesia sebagai bank sentral telah mengintervensi dalam beberapa kesempatan melalui pembelian surat utang dan penjualan valuta asing untuk menjaga rupiah di level aman. Namun, tren rupiah tetap saja menurun. Pada 13 Juli 2018, rupiah berada pada kisaran Rp 14.400 per dollar AS.

3. Indomie Goreng Kerap Diisukan Mengandung Babi, Ini Kata Indofood

PT Indofood Sukses Makmur menyatakan semua produk yang diproduksi perusahaannya dipastikan halal. Hal ini menanggapi beredarnya pesan berantai mengenai kandungan babi dalam produk makanan di Indonesia.

Dalam pesan berantai itu, Indomie Goreng masuk dalam daftar yang disebut mengandung babi. Head of Corporate Public Relation Indofood Novi Arlaida mengatakan, pesan berantai itu sebelumnya pernah menyebar, dan sudah ada klarifikasi terkait itu.

4. OJK Tunda Izin Operasional Fintech RupiahPlus

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) memutuskan menunda sementara proses pengajuan izin operasional fintech lending RupiahPlus. Penundaan tersebut sebagai peringatan agar RupiahPlus memperbaiki standar prosedur penagihan pinjaman beserta pelaksanaannya.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot menjelaskan, sejumlah fintech lending tengah mengajukan izin final kepada OJK, termasuk RupiahPlus. Pengajuan izin ini diperlukan sebagai syarat perusahaan fintech bisa beroperasi di Indonesia.

5. Perry: Neraca Transaksi Berjalan Tahun Ini Berat, Tekornya Tambah Besar

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memprediksi defisit transaksi berjalan tahun ini akan makin besar. Hal itu disebabkan salah satunya dari upaya untuk menggenjot ekspor belum bisa mengimbangi bahkan melampaui pertumbuhan impor yang jauh lebih tinggi dalam neraca perdagangan Indonesia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X