Bappenas: Asian Games Bantu Penguatan Rupiah - Kompas.com

Bappenas: Asian Games Bantu Penguatan Rupiah

Kompas.com - 30/07/2018, 06:12 WIB
Foto udara dipenghujung senja kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (26/12/2017), yang masih terus dikebut pengerjaan renovasinya supaya selesai sebelum event Asian Games 2018 dimulai. KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Foto udara dipenghujung senja kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (26/12/2017), yang masih terus dikebut pengerjaan renovasinya supaya selesai sebelum event Asian Games 2018 dimulai.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai penyelenggaraan Asian Games bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

"Asian Games ini sudah sesuai dengan strategi kita untuk membantu penguatan rupiah," kata Bambang dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (29/7/2018).

Bambang mengatakan, penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Asia ini bisa meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Sebanyak 200.000 wisatawan mancanegara ini diperkirakan hadir pada periode 18 Agustus hingga 2 September 2018 di dua kota penyelenggara, Jakarta dan Palembang.

Baca juga: Rupiah Loyo, Jokowi Minta Eksportir Pindahkan Uang ke Dalam Negeri

Kedatangan turis asing ini, tambah Bambang, bisa menambah jumlah devisa yang bermanfaat untuk stabilisasi kurs rupiah terhadap dolar AS.

"Kalau tidak berasal dari ekspor, ya dari pariwisata. Kita tidak hanya menjadi tuan rumah yang baik, tapi juga mati-matian supaya dampak ekonominya maksimal," ujar Bambang.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata memproyeksikan sebanyak 150.000 wisatawan mancanegara termasuk atlet, official, dan media akan hadir ke Indonesia.

Dengan jumlah wisatawan tersebut, diperkirakan akan menyumbang devisa 230 juta dollar AS, yang terdiri atas devisa dari penonton 180 juta dollar AS dan devisa dari official 50 juta dollar AS.

Tidak hanya masuknya devisa, penyelenggaraan Asian Games 2018 ini juga bisa memberikan nilai tambah terhadap sejumlah sarana dan prasarana pendukung.

Baca juga: Dollar AS Tembus Rp 14.500, Menko Luhut Sebut Tidak Apa-apa

Nilai tambah tersebut antara lain ada pembenahan infrastruktur umum, pembangunan fasilitas olahraga baru dan perbaikan serta penataan kota.

Ikut hadir sejumlah nilai ekonomi, yaitu peningkatan kesempatan kerja dan kesempatan usaha terutama bagi sektor UMKM serta promosi kota penyelenggaraan.

Selain itu, terdapat potensi nonekonomi antara lain semangat kebersamaan, kerja sama antarwilayah dan negara, pengembangan ide baru serta nilai budaya positif dan pendidikan nilai sportivitas.

Kompas TV Berikut pergerakan kurs rupiah dan dollar Amerika Serikat selama satu tahun terakhir.


Komentar
Close Ads X