Kinerja Garuda Indonesia Terdongkrak Libur Panjang di Semester I 2018

Kompas.com - 30/07/2018, 20:21 WIB
Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (28/9/2017). KOMPAS.com/ERLANGGA DJUMENAIlustrasi: Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (28/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia Persero mencatatkan pendapatan operasional sebesar 1,9 miliar dollar AS pada semester pertama 2018. Dibandingkan tahun lalu, pendapatan tumbuh 5,9 persen dari 1,8 miliar dollar AS.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala Mansury mengatakan, biasanya pendapatan triwulan kedua lebih baik daripada triwulan pertama karena ada masa libur panjang saat Lebaran.

"Tahun ini, semester pertama ada waktu cukup panjang libur Lebaran. Ini membantu kita punya kinerja cukup baik," ujar Pahala dalam konferensi pers di kantor Garuda Indonesia, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Pahala mengatakan, peningkatan pendapatan didukung oleh kelancaran operasional dan peningkatan jumlah penumpang.

Semester pertama 2018, penumpang yang diangkut baik penerbangan domestik maupun internasional sebanyak 18,7 juta penumpang. Jumlahnya tumbuh 8,3 persen daripada periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Semester pertama umumnya menantang untuk industri penerbangan. Tapi kita lihat progressnya bagaimana," kata Pahala.

Selain itu, juga terdapat peningkatan angkutan kargo, peningkatan utilisasi pesawat, efektifitas program efisiensi yang dilaksanakan, serta peningkatan kinerja anak perusahaan dan pendapatan lainnya diluar layanan penerbangan.

Seiring tumbuhnya pendapatan, Garuda Indonesia berhasil menekan kerugian hingga 60 persen pada semester I 2018. Hingga Juli tahun lalu, kerugian maskapai tersebut sebesar 284 juta dollar AS menjadi 114 juta dollar AS tahun ini.

Pahala mengatakan, di tengah tekanan ekonomi global, Garuda Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan positif kinerja finansial.

"Perseroan juga berhasil menekan peningkatan operating expense yang flat, sebesar 0,3 persen," kata Pahala.

Garuda Indonesia tak hanya bergantung pada pendapatan dari penumpang. Pertumbuhan dari cargo meningkat sebesar 7,6 persen menjadi 123,5 juta dollar AS. Di samping pendapatan, Pahala menyebut performa pelayanan Garuda Indonesia juga meningkat.

Untuk ketepatan waktu, persentasenya sebesar 89 persen. Ada penambahan sekitar 3,2 poin dibandingkan semester pertama 2017. Maskapai tersebut juga berhasil mempetahankan beberapa gelar seperti The World's Best Cabin Crew, Top 10 The World's Best Airline oleh Skytrax, Top 10 Major Carrier in Asia, hingga World's Five-Star Airline.

"Hal ini merupakan suatu capaian yang cukup baik dan secara operasional tentunya jadi hal yang selalu dilihat para investor," kata Pahala.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X