Sudah Ada GPN, Apakah Nasabah Perlu Pegang 2 Kartu?

Kompas.com - 01/08/2018, 09:49 WIB
Sejumlah model kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dipamerkan di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018). Bank Indonesia secara resmi meluncurkan kartu berlogo GPN yang dikeluarkan oleh bank-bank yang ada di Indonesia. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERASejumlah model kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dipamerkan di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018). Bank Indonesia secara resmi meluncurkan kartu berlogo GPN yang dikeluarkan oleh bank-bank yang ada di Indonesia.

JAKARTA,  KOMPAS.comBank Indonesia mendorong nasabah perbankan untuk mengganti kartu ATM mereka dengan yang berlogo GPN sebagai implementasi dari program Gerbang Pembayaran Nasional.

Sebelumnya, nasabah pasti sudah memiliki kartu ATM dengan logo prinsipal yang lama, dalam hal ini penyedia jasa sistem pembayaran dari luar negeri seperti Visa maupun Mastercard.

Lantas, dengan hadirnya GPN, apakah kartu yang lama harus diganti ke GPN atau nasabah jadi mempunyai dua kartu nantinya?

Menurut Bank Indonesia, hal itu diserahkan kembali sesuai kebutuhan masing-masing nasabah.

Baca juga: Berkat GPN, Transaksi Via Asing Berkurang Rp 17,7 Miliar Per Hari

 

Kebutuhan yang dimaksud adalah seberapa sering transaksi dilakukan oleh nasabah, apakah lebih banyak di dalam atau dilakukan di luar negeri.

"Untuk transaksi di dalam negeri, nasabah dapat menggunakan kartu berlogo nasional (GPN), sedangkan nasabah yang memiliki kecenderungan bertransaksi di luar negeri dapat memiliki kartu berlogo nasional untuk melakukan transaksi di dalam negeri dan kartu berlogo prinsipal internasional untuk transaksi di luar negeri," demikian keterangan dari laman bi.go.id.

Melalui GPN, sistem pembayaran akan dilakukan sepenuhnya di dalam negeri. Manfaat yang akan sangat terasa dari hadirnya GPN adalah penggunaan mesin Electronic Data Capture ( EDC) yang lebih efisien.

Sebelum ada GPN, masing-masing bank mengeluarkan mesin EDC sendiri dan tiap merchant minimal ada satu mesin EDC untuk melayani pembayaran dari bank tersebut.

Baca juga: Pekan Depan BI Mulai Kampanyekan Tukar Kartu GPN

 

Jika konsumennya banyak berasal dari nasabah bank lain, dibutuhkan mesin EDC dari bank tersebut, yang membuat di kasir sering terlihat sejumlah mesin EDC disiapkan.

"Hal ini akan memunculkan excess EDC pada satu merchant yang dapat disalurkan manfaatnya ke merchant di daerah yang belum memiliki EDC," tambah BI.

GPN sudah mulai diimplementasi sejak 4 Desember 2017, dimulai dengan layanan kartu debet dan uang elektronik.

Secara bertahap, GPN juga akan diberlakukan pada layanan lain, seperti layanan berbasis tagihan hingga online payment.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X