Luhut: Pencabutan DMO Tak Rugikan PLN dan Menaikkan Harga Listrik

Kompas.com - 01/08/2018, 22:38 WIB
Tongkang penarik batu bara di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (30/7/2018) KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDITongkang penarik batu bara di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (30/7/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pencabutan kebijakan pengaturan harga batu bara atau domestic market obligation (DMO) tidak akan merugikan PT PLN.

"Tidak benar jika usulan DMO ini akan merugikan PLN dan menaikkan harga listrik. Kami cermat soal itu, jadi jangan ada yang beri tanggapan tidak jelas," ujar Luhut di kantornya, Rabu (1/8/2018).

Luhut mengakui, kebijakan DMO dengan menjual batu bara seharga 70 dollar Amerika Serikat (AS) per ton memang memberikan penghematan bagi PLN hingga Rp 25 triliun.

Namun, hal itu dianggapnya dapat memunculkan distorsi pasar sebab pemerintah mengatur harga pasar.

Baca juga: YLKI Minta Pemerintah Tak Cabut Kewajiban DMO Batu Bara ke PLN

Di sisi lain, Luhut menjelaskan bahwa sebenarnya pemerintah tak memiliki intensi untuk membatalkan kebijakan DMO tersebut.

Untuk itu, dia mengakui bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi terkait hal tersebut. Salah satu cara yang coba dilakukan pemerintah agar pasokan 92 persen batu bara ke PLN tetap terpenuhi adalah dengan menarik pungutan per ton terhadap batu bara domestik maupun ekspor.

"Kita akan cari solusi karena DMO ini kan baru 3 bulan dan akan berjalan hingga akhir tahun maka akan kita evaluasi tahun depan," imbuh Luhut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X