Luhut Sebut Pihak yang Ributkan Divestasi Freeport Tak Mengerti Dagang - Kompas.com

Luhut Sebut Pihak yang Ributkan Divestasi Freeport Tak Mengerti Dagang

Kompas.com - 02/08/2018, 05:48 WIB
Proses flotasi atau pengapungan mineral tambang, seperti tembaga, emas, dan perak. Proses itu dilakukan untuk memperoleh konsentrat yang terdiri dari tembaga, emas, dan perak. Konsentrat itu kemudian dialirkan ke Pelabuhan Amamapare, dikeringkan, dan kemudian dikirim ke pabrik-pabrik pengecoran. KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTO Proses flotasi atau pengapungan mineral tambang, seperti tembaga, emas, dan perak. Proses itu dilakukan untuk memperoleh konsentrat yang terdiri dari tembaga, emas, dan perak. Konsentrat itu kemudian dialirkan ke Pelabuhan Amamapare, dikeringkan, dan kemudian dikirim ke pabrik-pabrik pengecoran.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, pihak-pihak yang mempersoalkan divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia merupakan orang-orang yang tidak mengerti dunia usaha.

"Orang ribut-ribut (soal Freeport) ngoceh sana sini enggak mengerti dagang. Banyak aspek yang ditimbang. Kalau ribut, enggak ada yang untung. Nanti harga saham bisa turun, nanti manajemen marah," ucap Luhut dalam Afternoon Tea bersama media di kantornya, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Oleh karena itu, dia meminta agar semua pihak untuk tidak terus mempermasalahkan hal tersebut.

Luhut mengatakan, proses negosiasi dengan Freeport McMoran masih terus berlangsung.

"Saya kira terus berjalan dan masih proses. Kan saya bilang berkali-kali, kalau ribut-ribut itu bikin harga saham turun," kata Luhut.

Baca juga: Pendanaan Akuisisi 51 Persen Saham Freeport Dipimpin Bank Asal Jepang

Kompas TV Ada yang mengatakan harga akuisisi Freeport cenderung kemahalan, tidak sedikit juga yang menuding bahwa divestasi Freeport adalah panggung pencitraan.


 


Close Ads X