Setelah Merger, BTPN akan Jadi Bank Terbesar ke-8 dari Sisi Aset

Kompas.com - 02/08/2018, 08:30 WIB
Nasabah Purna Bakti BTPN di kantor cabang Manado, Sulawesi Utara, Rabu (4/5/2016). Kompas.com/ Sakina Rahma Diah SetiawanNasabah Purna Bakti BTPN di kantor cabang Manado, Sulawesi Utara, Rabu (4/5/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk ( BTPN) akan menggabungkan usaha atau merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI).

Hari ini, Kamis (2/8/2018), seluruh dokumen rencana penggabungan ini diajukan untuk meminta persetujuan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selanjutnya BTPN akan mengajukan persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Kedua bank ini anak usaha Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) di Indonesia. SMBC merupakan pemegang saham pengendali di BTPN dan SMBCI dengan porsi kepemilikan saat ini di masing-masing bank sebesar 40 persen dan 98,48 persen.

Direktur Utama BTPN Jerry Eng mengatakan, kekuatan masing-masing bank akan menjadi nilai tambah bagi bank hasil merger yang diputuskan menggunakan nama BTPN. Selama ini BTPN yang bergerak di bidang kredit mikro dan melayani para pensiunan, bersinergi dengan SMBCI yang kuat di sektor korporasi.

"Berdasarkan neraca per 31 Mei 2018, aset bank hasil penggabungan nanti diperkirakan mencapai Rp 179 triliun," ujar Jerry dalam siaran pers, Rabu (1/8).

Dengan aset sebesar itu, BTPN masuk 10 bank dengan aset terbesar. Bank hasil merger ini menduduki posisi kedelapan menyalip OCBC NISP yang memiliki aset Rp 170,3 triliun per kuartal II 2018.

Penggabungan ini juga akan mengubah jajaran manajemen. BTPN akan dipimpin oleh Ongki Wanadjati Dana yang saat ini menjabat Wakil Direktur Utama. Sementara Jerry Eng lengser dari kursi Direktur Utama setelah masa jabatannya berakhir di 2019.

Ke depan bank hasil merger ini akan fokus mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan nasabah.

“Penggabungan ini saling melengkapi, mulai dari piramida bisnis paling bawah melalui layanan digital BTPN Wow! hingga nasabah korporasi internasional melalui jaringan yang dimiliki SMBC,” ungkap Jerry.

BTPN mencatat laba bersih Rp 1,09 triliun di semester I 2018, naik 17 persen yoy. Sementara penyaluran kredit tumbuh 2 persen yoy menjadi Rp 66,3 triliun dan aset Rp 99,9 triliun pada akhir Juni 2018.

Sepuluh tahun terakhir BTPN berkembang pesat. Per September 2007 aset bank ini baru Rp 9,34 triliun. Per Juni 2018 melonjak 10 kali lipat menjadi Rp 99,9 triliun.

 

Berita ini diambil dari Kontan.co.id dengan judul: Setelah merger, BTPN akan jadi bank aset terbesar kedelapan



Sumber

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X