BPJS Kesehatan Berharap Cukai Rokok Bisa Tutupi Defisit

Kompas.com - 02/08/2018, 20:35 WIB
Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan, BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arif saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Senin (30/7/2018).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan, BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arif saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Senin (30/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berharap pemerintah mengalirkan dana dari cukai rokok untuk menyeimbangkan arus keuangannya.

Sebab, di 2018 ini diperkirakan anggaran keuangan BPJS Kesehatan mengalami defisit sebesar Rp 16,5 triliun.

"Kami berharap masalah cukai rokok menguat kembali untuk jadi bagian membiayai kita," ujar Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Budi Mohamad Arief di Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Budi menambahkan, wacana tersebut pernah dibahas saat pihaknya rapat dengan Kementerian Keuangan. Namun, belakangan wacana tersebut belum ada pembicaraan lanjutannya.

Baca juga: Cukai Rokok Bisa Tambal Defisit BPJS Kesehatan?

" Cukai rokok benar ada dalam pembahasan yang lalu. Cukai rokok akan jadi sumber pendanaan. Namun rapat terakhir itu tidak muncul lagi," kata Budi.

Sebelumnya, Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan, pihaknya telah rapat dengan Kementerian Keuangan soal cukai rokok. Nantinya akan dikeluarkan Peraturan Menteri untuk mengatur mekanismenya.

"Peraturan menteri yang berkaitan untuk mekanismenya sedang disusun," ujar Kemal di Kantor BPJS Kesehatan, Rabu (17/5/2018).




Close Ads X