BTPN Ajukan Izin Merger dengan SMBCI ke OJK

Kompas.com - 02/08/2018, 21:13 WIB
Direktur Utama BTPN Jerry Ng dan Direktur Kepatuhan BTPN Anika Faisal KOMPAS.com/ERLANGGA DJUMENADirektur Utama BTPN Jerry Ng dan Direktur Kepatuhan BTPN Anika Faisal

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk ( BTPN) dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) mempublikasikan Ringkasan Rancangan Penggabungan Usaha ( merger) kedua bank.

Publikasi mencakup penjelasan mengenai nama Bank Hasil Penggabungan, visi, misi, dan strategi bisnis Bank Hasil Penggabungan, termasuk susunan Direksi dan Dewan Komisaris.

BTPN dan SMBCI merupakan dua anak usaha Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). SMBC merupakan pemegang saham pengendali di BTPN dan SMBCI dengan porsi kepemilikan saat ini di masing-masing bank adalah sebesar 40 persen dan 98,48 persen.

Seluruh dokumen rencana penggabungan ini akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) pada hari ini.

Direktur Utama BTPN Jerry Ng menjelaskan, setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas yang berwenang, BTPN akan mengajukan persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada waktunya.

Baca juga: Setelah Merger, BTPN akan Jadi Bank Terbesar ke-8 dari Sisi Aset

“Publikasi ini menjadi tonggak dimulainya secara resmi proses penggabungan BTPN dengan SMBCI yang kami yakini akan memberikan dampak positif, bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi perekonomian nasional. Penggabungan akan melahirkan bank baru yang lebih besar dan lebih kuat sehingga dapat lebih berperan memenuhi kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat di berbagai sektor di Indonesia, baik ritel maupun wholesale,” kata Jerry melalui keterangan tertulis yang diberikan kepada Kompas.com Kamis, (2/8/2018).

Berdasarkan neraca per 31 Mei 2018, aset Bank Hasil Penggabungan diperkirakan mencapai Rp 179 triliun.

Sementara, pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret 2008, BTPN mencatatkan pertumbuhan kinerja yang dinilai cukup baik.

Selama 10 tahun terakhir, aset melonjak signifikan dari Rp 9,34 triliun per September 2007 menjadi Rp 99,9 triliun pada akhir Juni 2018, atau meningkat hampir 10 kali lipat. Laba bersih tumbuh dari Rp 244,67 miliar selama kurun Januari-September 2007 menjadi Rp 1,09 triliun selama semester pertama 2018.

Adapun SMBCI beroperasi sejak 1989 Hingga akhir Maret 2018, SMBCI telah menyalurkan kredit senilai Rp 64,3 triliun.

“Kekuatan yang dimiliki masing-masing bank akan menjadi nilai tambah Bank Hasil Penggabungan. Pemegang saham memutuskan untuk mempertahankan nama BTPN dengan mengusung visi baru menjadi bank pilihan utama di Indonesia, yang memberikan perubahan berarti dalam kehidupan jutaan orang, terutama dengan dukungan teknologi digital," sebut dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X