Harga Batu Bara Acuan Naik - Kompas.com

Harga Batu Bara Acuan Naik

Kompas.com - 03/08/2018, 21:52 WIB
Tongkang penarik batu bara di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (30/7/2018)KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Tongkang penarik batu bara di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (30/7/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan Harga Mineral Logam Acuan (HMA) dan Harga Batu bara Acuan (HBA) untuk Agustus 2018. Penetapan itu dikeluarkan melalui surat Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1917 K/30/MEM/2018.

Berdasarkan Kepmen tersebut, HBA Agustus 2018 ditetapkan sebesar 107,83 Dollar AS per ton.

"Harga bat ubara acuan mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya, naik sebesar 3,18 dollar AS dari Juli 2018 sebesar 104,65 dollar AS per ton," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (Biro KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/8/2018).

Agung menjelaskan, HBA bulan ini meningkat ketimbang bulan sebelumnya dipengaruhi pasar energi global yang relatif membaik. Selain itu, harga batu bara di China pun mengalami kenaikan.

"Alasan lainnya adalah karena harga minyak naik, juga pengaruh dari kenaikan permintaan batu bara di China dan Eropa Utara," kata Agung.

Di samping itu, kata Agung, meningkatnya volume permintaan batu bara juga karena ketidakmampuan pasar Australia untuk meningkatkan akselerasi produksi. Sementara itu, ekspor batu bara dari tiga eksportir utama ke Asia cenderung tetap pada periode Januari-Juni 2018.

HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platss 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitasnya disetarakan pada kalori 6322 kcal per kilogram GAR, Total Moisture 8 persen, Total Sulphur 0,8 persen dan Ash 15 persen.

Kepmen yang mengatur HBA dan HMA yang telah ditetapkan ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan Harga Patokan Batu bara dan Mineral di bulan Agustus 2018.

Berdasarkan Kepmen tersebut, HMA komoditas nikel, kobalt dan timbal mengalami penurunan. Harga nikel ditetapkan 14.246,82 dollar AS /dry metric ton (dmt), turun dari 15.067,86 dollar AS/dmt dari HMA Juli 2018, kobalt ditetapkan 74.277,27 dollar AS/dmt (turun dari 86.321,43 dollar AS/dmt), dan timbal mengalami penurunan dari 2.452,33 dollar AA /dmt menjadi 2.312,52 dollar AS/dmt.

Komoditas seng, aluminium dan tembaga pun juga mengalami tren penurunan. Harga seng turun dari 3.128,57 dollar AS/dmt pada Juli 2018 menjadi 2.782,55 dollar AS/dmt, HMA aluminium turun dari 2.275,45 dollar AS/dmt menjadi 2.136,61 dollar AS/dmt, sementara untuk tembaga, HMA Agustus 2018 ditetapkan 6.446,39 dollar AS/dmt, turun dari 6.996,69 dollar AS/dmt.


Komentar
Close Ads X