Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puluhan Kendaraan dengan Kelebihan Muatan Ditilang di Tiga Jembatan Timbang

Kompas.com - 05/08/2018, 15:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan kendaraan dengan muatan melebihi 100 persen atau Over Dimensi Over Loading (ODOL) ditilang di tiga lokasi jembatan timbang (JT). Hal itu menyusul kebijakan Kementerian Perhubungan terkait kendaraan ODOL pada 1 Agustus lalu.

Adapun tiga lokasi JT tersebut adalah Balonggandu, Losarang, dan Widang. Ketiga JT tersebut dinilai telah siap segalanya untuk dijadikan tempat pemberlakukan kebijakan kendaraan ODOL.

"Belum semua yang pelanggaran Over Loading 100 persen diturunkan semuanya. Untuk sementara, itu ditindak di tiga jembatan timbang yang secara SDM, secara sistem, dan secara infrastruktur sudah siap," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam keterangan resmi, Minggu (5/8/2018).

Budi menambahkan, dari 330 kendaraan yang diperiksa di JT Balonggandu, delapan di antaranya melebihi muatan hingga 100 persen dari seharusnya.

Kendaraan-kendaraan yang melanggar tersebut membawa muatan beberapa komoditas seperti beras, dolomit, keramik, benang, dan limbah batu bara.

Sementara itu, sebanyak 143 kendaraan diperiksa di JT Losarang yang lima di antaranya kedapatan melebihi muatan hingga 100 persen.

Kendaraan yang ditilang di JT Losarang kebanyakan membawa muatan tepung batu, gula, bata putih, dan asbes.

"Kemudian untuk di JT Widang, ada 341 kendaraan yang diperiksa. Empat kendaraan terbukti melanggar karena bermuatan lebih 100 persen," imbuh Budi.

Budi pun menegaskan bahwa pemerintah serius menjalankan kebijakan terkait kendaraan ODOL tersebut. Hal itu juga dikatakannya telah mendapatkan dukungan dari kalangan pengusaha.

"Saya tekankan bahwa pemerintah sangat serius menghadapi persoalan ODOL ini dan terus akan berkelanjutan, tidak berhenti di tengah jalan," sambungnya.

Penerapakan kebijakan ini pun bukannya tanpa alasan, sebab dapat berdampak langsung dengan keselamatan di jalan tol. Data Kemenhub menunjukkan bahwa sebanyak 70 persen kecelakaan yang terjadi di jalan tol itu melibatkan kendaraan berat.

"Artinya kehilangan nyawa manusia adalah kerugian paling besar. Sementara kedua akibat overload itu mengurangi kecepatan dan berdampak pada kemacetan yang bisa merugikan secara biaya dan waktu," pungkas Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siap-siap, Bunga Kredit Perbankan Diperkirakan Naik pada Kuartal II-2023

Siap-siap, Bunga Kredit Perbankan Diperkirakan Naik pada Kuartal II-2023

Whats New
Perusahaan Perangkat Lunak SAP Bakal PHK Massal 3.000 Karyawannya

Perusahaan Perangkat Lunak SAP Bakal PHK Massal 3.000 Karyawannya

Whats New
Kritik Usulan Kenaikan Biaya Haji 2023, Pengamat: Naiknya Terlalu Tinggi

Kritik Usulan Kenaikan Biaya Haji 2023, Pengamat: Naiknya Terlalu Tinggi

Whats New
BPH Migas Gelar Diskusi Pengendalian Penyaluran BBM Solar Agar Tepat Sasaran

BPH Migas Gelar Diskusi Pengendalian Penyaluran BBM Solar Agar Tepat Sasaran

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Sudah Tinggi, BCA: Kita akan Coba Tetap Pertahankan Bunga KPR dan KKB

Suku Bunga Acuan BI Sudah Tinggi, BCA: Kita akan Coba Tetap Pertahankan Bunga KPR dan KKB

Whats New
Laju Inflasi AS Kian Melambat, Harga Bitcoin Terus Merangkak Naik

Laju Inflasi AS Kian Melambat, Harga Bitcoin Terus Merangkak Naik

Whats New
Syarat, Biaya, dan Cara Perpanjang SIM secara Online

Syarat, Biaya, dan Cara Perpanjang SIM secara Online

Whats New
BPJS Ketenagakerjaan Buka Seleksi 3 Jabatan Staf Komite, Ini Kualifikasinya

BPJS Ketenagakerjaan Buka Seleksi 3 Jabatan Staf Komite, Ini Kualifikasinya

Work Smart
Stasiun Manggarai Penuh Sesak, Kemenhub: Eskalator dan Lift Tidak Dapat Difungsikan Secara Optimal

Stasiun Manggarai Penuh Sesak, Kemenhub: Eskalator dan Lift Tidak Dapat Difungsikan Secara Optimal

Whats New
Kejaksaan Agung Ikut Awasi Proyek Jargas Subholding Gas Pertamina

Kejaksaan Agung Ikut Awasi Proyek Jargas Subholding Gas Pertamina

Whats New
Daftar PTN yang Dapat Diskon Tiket KA untuk Dosen, Alumni, dan Tenaga Kependidikan

Daftar PTN yang Dapat Diskon Tiket KA untuk Dosen, Alumni, dan Tenaga Kependidikan

Spend Smart
Masa Depan Digitalisasi Komunikasi Perusahaan dan Pemerintah

Masa Depan Digitalisasi Komunikasi Perusahaan dan Pemerintah

Whats New
Stasiun Manggarai Penuh Sesak, Kemenhub Minta Maaf

Stasiun Manggarai Penuh Sesak, Kemenhub Minta Maaf

Whats New
Akhir Pekan IHSG Ditutup Menguat, Sektor Properti Naik Paling Tinggi

Akhir Pekan IHSG Ditutup Menguat, Sektor Properti Naik Paling Tinggi

Earn Smart
6 Tips Terhindar dari Pembobolan Rekening

6 Tips Terhindar dari Pembobolan Rekening

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+