PLN: Pascagempa, 26 Megawatt Listrik Pelanggan di Lombok Masih Padam

Kompas.com - 06/08/2018, 10:40 WIB
Seorang warga melintasi runtuhan tembok papan nama Hotel Santika akibat gempa bumi berkekuatan 7 skala richter (SR) di Mataram, NTB, Minggu (5/8/2018). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mendapatkan laporan sementara jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 SR sampai dengan pukul 03.20 Wita, Senin 6 Agustus ini, sebanyak 82 orang. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDISeorang warga melintasi runtuhan tembok papan nama Hotel Santika akibat gempa bumi berkekuatan 7 skala richter (SR) di Mataram, NTB, Minggu (5/8/2018). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mendapatkan laporan sementara jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 SR sampai dengan pukul 03.20 Wita, Senin 6 Agustus ini, sebanyak 82 orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) langsung melakukan penanganan pasca gempa di Nusa Tenggara Barat, Bali, dan sekitarnya.

Akibat gempa tersebut, beberapa wilayah di Lombok padam listrik. Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko R Abumanan mengatakan, saat ini beban pelanggan PLN sudah terlayani 99 Megawatt, lebih baik daripada kondisi Minggu (5/8/2018) malam yang hanya sebesar 50 Megawatt

"Siang ini sekitar 26 MW beban pelanggan PLN masih padam menunggu perbaikan jaringan listrik dan pembangkit yang terdampak," ujar Djoko melalui keterangan tertulis, Senin (6/8/2018).

Sementara sistem kelistrikan Sumbawa dan Bima semua sudah pulih normal.

Baca juga: Gempa Lombok, Jokowi Sampaikan Dukacita yang Mendalam

Djoko mengatakan, PLN langsung bergerak cepat mengatasi putusnya aliran listrik di sebagian wilayah Lombok. PLN mengerahkan tim pasca gempa bumi terjadi untuk mengecek kondiai dan mendata kerusakan aset. Tim juga secara bertahap memulihkan pasokan listrik.

"Para petugas juga tetap mengutamakan keamanan untuk antisipasi gempa susulan," kara Djoko.

Setelah menginventarisasi aset kelistrikan yang terganggu, PLN segera memulihkan listrik agar kembali mengalir. Daerah yang padam sebelumnya, seperti di Kota Mataram, Lombok Tengah, serta sebagian besar Lombok Timur dan Lombok Barat listriknya telah kembali menyala. 

Untuk Kabupaten Lombok Utara dan sebagian Lombok Timur yang berada di bagian utara saat ini masih mengalami pemadaman akibat adanya beberapa infrastruktur jaringan dan gardu yang mengalami kerusakan. Denfan demikian, layanan listrik masih bertahap dalam penormalannya.

Djoko mengatakan, para petugas PLN yang bersiaga juga tetap mengantisipasi dampak gempa yang terjadi sehingga pemantauan di beberapa titik dilakukan secara remote. Sementara itu, tim di lapangan yang memulihkan listrik di lokasi yang terdampak segera mengamankan aset kelistrikan di sekitar gedung dan rumah warga.

“Kami terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan unit-unit pelayanan di wilayah NTB," kara Djoko.

PLN di NTB akan didukung oleh PLN dari Jawa Timur dan Bali untuk bantuan personil, peralatan dan materialnya demi pemulihan total listrik di NTB. PLN juga membuka posko di sekitar wilayah terdampak dan segera memberikan bantuan penanganan bagi warga korban gempa bumi.

Gempa magnitudo 7 itu berpusat di NTB dan terdampak hingga Bali. BNPB mendata, lokasi paling parah terdampak gempa, yakni Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Whats New
Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Earn Smart
2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

Whats New
Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Smartpreneur
Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Whats New
Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Whats New
Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Whats New
Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Whats New
Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Whats New
Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Whats New
Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Whats New
Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Whats New
Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

BrandzView
Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Whats New
Mau Tukar Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Tukar Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X