Jonan Sayangkan Minimnya Pembangunan Sumur Bor Air di Jambi

Kompas.com - 06/08/2018, 16:50 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan saat meresmikan sumur bor air di Desa Kemingking Lama, Muaro Jambi, Jambi, Senin (6/8/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOMenteri ESDM Ignasius Jonan saat meresmikan sumur bor air di Desa Kemingking Lama, Muaro Jambi, Jambi, Senin (6/8/2018).

JAMBI, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Ignasius Jonan menyayangkan minimnya pembangunan sumur bor air di Provinsi Jambi pada tahun ini.

Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM, jumlah sumur bor air yang dibangun di Provinsi Jambi tahun ini hanya 9 unit.

"Untuk tahun ini di Jambi pembangunan pada sektor sumur bor air saya rasa kurang karena cuma 9. Tahun ini targetnya 550 sumur bor air dibangun, dibagi 34 provinsi itu minimal 15, tapi ini cuma sembilan," jelas Jonan saat meresmikan sumur bor air di Desa Kemingking Lama, Taman Rajo, Muaro Jambi, Senin (6/8/2018).

Maka dari itu, Jonan mengimbau kepada pemerintah provinsi (pemprov) Jambi dan pemerintah kabupaten (pemkab) untuk segera menyampaikan usulan pembangunan sumur bor air di wilayahnya.

"Maka kalau ada yang mendesak banget Bapak Plt Gubernur bisa kirim surat ke saya, bilang mau dibangun di mana sumur bor air. Untuk tambahannya berapa saya enggak bisa janji, tapi kami masih ada 50 unit yang belum dibangun tahun depan," ungkap Jonan.

Adapun kesembilan unit sumur bor air yang dibangun di Jambi tahun ini tersebar di tujuh kabupaten/kota.

Sampai saat ini, baru dua sumur bor air yang rampung dibangun, yakni satu unit Desa Kemingking Lama, Kabupaten Muaro Jambi dan satu lagi di Desa Ladang Peris, Kabupaten Batanghari.

Beberapa sumur bor sisanya dibangun di Kabupaten Bungo, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Merangin, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Kerinci, dan Kabupaten Sungai Penuh.

Adapun dana yang digelontorkan untuk pembangunan sembilan unit sumur bor air di Jambi tersebut sekitar Rp 3,925 miliar.

Keberadaan sumur bor air ini pun dirasakan sangat bermanfaat bagi warga di Desa Kemingking Lama. Pasalnya, mereka tak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk sekadar memperoleh air bersih.

"Sebelum adanya sumur bor ini, kami jauh mengambil air karena air di sumur sendiri sedikit, berwarna kuning, dan berpasir. Sekarang kami merasa sangat beruntung sekali, sudah ada yang dekat rumah," ujar Yuyun, warga Desa Kemingking Lama.

Sumur bor air yang dibangun Kementerian ESDM memiliki debit rata-rata 2 liter per detik dengan reservoir atau penampungan hingga 5.000 liter. Setiap unit sumur bor air tersebut mampu menyediakan air untuk 2.800 jiwa.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X