Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masalah Dana, Pembangunan Rel Kereta Api Meleset dari Target

Kompas.com - 07/08/2018, 09:37 WIB
Akhdi Martin Pratama,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembangunan jalur kereta api meleset dari target yang dicanangkan. Dalam lima tahun, dari 2015-2019 pemerintah menargetkan bisa membangun jalur kereta api sebanyak 3.258 kilometer.

Namun, target itu direvisi menjadi 1.349 kilometer hingga 2019. Menurut Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, target itu tak terealisasi karena permasalahan pendanaan.

"Ini PR (pekerjaan rumah) berat percapaian Rensa (rencana strategis) di perkeretaapian karena masalah pendanaan," ujar Zulfikri di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Zulfikri menjelaskan, pembangunan itu meliputi jalur baru, jalur ganda, dan reaktivasi.

Baca juga: AP II: Pekerjaan Pembangunan Rel Kereta Bandara oleh PT KAI yang Kontraktornya Waskita Karya

Awalnya, untuk membangun rel kereta api sepanjang 3.258 kilometer membutuhkan dana sebesar Rp 233 triliun. Dana tersebut 27 persen dari APBN sebesar Rp 62,5 triliun dan 73 persen dari pendanaan alternatif senilai Rp 171,7 triliun.

Target itu pun direvisi menjadi 1.349 kilometer dengan pembiayaan sebesar Rp 127 triliun. Skema pendanaannya menggunakan 71 persen APBN senilai Rp 90 triliun dan 29 persen swasta sebesar Rp 36 triliun.

Masih terasa sulit untuk direalisasi, akhirnya target tersebut pun kembali direvisi.

"Kita realistiskan jadi 1.349 KM, itu kan maish belum tercapai. Tercapainya 1157.7 KM dengan pagu indikatif yang sudah bisa kita dapatkan," kata Zulfikri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Penguatan Dollar AS Buat Suku Bunga Acuan Tak Kunjung Turun

Penguatan Dollar AS Buat Suku Bunga Acuan Tak Kunjung Turun

Whats New
Hari Terakhir, Ini Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Hari Terakhir, Ini Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Work Smart
InJourney Airports Layani 7,4 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024

InJourney Airports Layani 7,4 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024

Whats New
Manfaat dan Kerugian Pakai Paylater yang Perlu Diketahui

Manfaat dan Kerugian Pakai Paylater yang Perlu Diketahui

Spend Smart
[POPULER MONEY] Cara Download Kartu Nikah Digital | Luhut Sebut China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

[POPULER MONEY] Cara Download Kartu Nikah Digital | Luhut Sebut China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan untuk 'Fresh Graduate' agar Tak Menyesal

5 Tips Mengatur Keuangan untuk "Fresh Graduate" agar Tak Menyesal

Spend Smart
Pasca Halving, Harga Bitcoin Justru Merosot

Pasca Halving, Harga Bitcoin Justru Merosot

Whats New
Terima 40 Laporan Balon Udara Liar Selama Lebaran 2024, AirNav: Jauh Berkurang dari Tahun Lalu

Terima 40 Laporan Balon Udara Liar Selama Lebaran 2024, AirNav: Jauh Berkurang dari Tahun Lalu

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Bakal Diresmikan Jokowi, Menhub: Potensi Kembangkan Pariwisata

Bandara Panua Pohuwato Bakal Diresmikan Jokowi, Menhub: Potensi Kembangkan Pariwisata

Whats New
Perusahaan Ini Buka Lowongan Kerja untuk Lansia, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Perusahaan Ini Buka Lowongan Kerja untuk Lansia, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Luhut Ungkap China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

Luhut Ungkap China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

Whats New
Mata Uang Spanyol Sebelum dan Setelah Gabung Uni Eropa

Mata Uang Spanyol Sebelum dan Setelah Gabung Uni Eropa

Whats New
Bus Tertabrak KA Rajabasa, KAI: Sopir Tidak Indahkan Peringatan

Bus Tertabrak KA Rajabasa, KAI: Sopir Tidak Indahkan Peringatan

Whats New
Terus Bikin Rekor, Harga Emas Antam Naik Rp 37.000 dalam Sepekan

Terus Bikin Rekor, Harga Emas Antam Naik Rp 37.000 dalam Sepekan

Whats New
Mengenal Mata Uang Argentina dan Nilai Tukar ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Argentina dan Nilai Tukar ke Rupiah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com