BPS: Kuartal III, Optimisme Pebisnis dan Konsumen Turun

Kompas.com - 07/08/2018, 10:09 WIB
Suasana pasar asemka, Kamis (28/6/2018) KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELASuasana pasar asemka, Kamis (28/6/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks tendensi bisnis dan konsumen kuartal II 2018 meningkat seiring dengan angka pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,27 persen. Indeks tendensi bisnis kuartal II 2017 sebesar 112,82 menunjukkan kondisi bisnis secara umum terus tumbuh dengan optimisme pelaku lebih tinggi. Angkanya lebih tinggi dari kuartal sebelumnya sebesar 106,28.

"Seluruh komponen tumbuh bagus. Penggunaan kapasitas usaha juga naik, lapangan usaha tumbuh bagus," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Suhariyanto mengatakan, kondisi bisnis pada kuartal III diperkirakan meningkat. Namun, optimisme pelaku bisnis tak sebesar capaian kuartal II. Terlihat dari perkiraan indeks tendensi bisnis kuartal III sebesar 106,05.

"Kita tanyakan ke mereka, persepsi mereka soal apa yang akan terjadi di kuartal III. Mereka optimis tapi optimisnya menurun," kata Suhariyanto.

Baca juga: Tips Aman Mengandalkan Kartu Kredit untuk Modal Bisnis

Pelaku bisnis menaruh harapan besar bahwa pesanan dari dalam negeri masih bertumbuh. Namun, mereka meragukan jumlah pesanan dari luar negeri untuk ekspor.

"Order luar negeri diperkirakan lebih rendah dari kuartal sebelumnya," kata dia.

Senada dengan tendensi bisnis, indeks tendensi konsumen pada kuartal II 2018 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan kuartal I. Angkanya naik dari 103,83 pada kuartal II menjadi 125,43 pada kuartal II.

Suhariyanto mengatakan, hal ini menunjukkan kondisi ekonomi konsumen terus mengalami perbaikan. Hal ini didorong oleh peningkatan pendapatan dengan indeks 133,36, tingkat inflasi yang terkendali dengan indeks 112,88, dan meningkatnya konsumsi rumah tangga dengan indeks 132,42.

"Kami bisa lihat pendapatan mereka meningkat. Banyak indikator yang mendukung mereka naik, salah satunya karena momentum Ramadhan dan Lebaran," kata Suhariyanto.

Dalam dua momentum itu, dari segi pendapatan membaik karena pekerja menerima tunjangan hari raya sehingga konsumsi rumah tangga pun meningkat. Namun, apakah mereka masih optimistis hingga kuartal III?

Dari data BPS, ternyata indeks tendensi konsumsi kuartal III turun menjadi 95,69. Hal ini disebabkan adanya perkiraan penurunan pendapatan dan berkurangnya rencana konsumen untuk membeli barang tahan lama, melakukan rekreasi, hingga menggelar hajatan.

"Dropnya agak jauh karena kan sudah dapat THR (di kuartal II), pendapatan dari mana lagi," kata Suhariyanto.

"Tidak ada ekspektasi pendapatan besar, makanya pembelian barang juga turun," lanjut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.